KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Arus mudik di Terminal Samarinda Seberang tidak hanya soal jumlah penumpang dan armada yang meningkat, tetapi juga tentang cerita perjalanan para pemudik yang rela menempuh waktu panjang demi berkumpul dengan keluarga.
Salah satunya datang dari Faudin (43), yang kembali memilih bus sebagai moda transportasi untuk pulang ke kampung halaman di Banjarmasin. Bagi dirinya, perjalanan jauh bukan menjadi halangan selama bisa bertemu orang tua dan mertua.
“Untuk perjalanan ini, sebenarnya ini yang ketiga kali. Rutenya ke Banjarmasin, karena orang tua sama mertua di sana,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Perjalanan mudik yang ia jalani bukan waktu singkat. Dengan keberangkatan pada sore hari, ia harus menempuh perjalanan semalaman sebelum tiba di tujuan. Meski memakan waktu lama, Faudin tetap memilih bus karena dinilai praktis dan cukup nyaman untuk perjalanan bersama keluarga. Tahun ini, ia mudik bersama istri dan anaknya, menjadikan perjalanan terasa lebih berarti. “Biasanya sih di H-2 atau H-3,” ucapnya, menggambarkan pola mudik yang ia lakukan hampir setiap tahun.
Di sisi lain, ia juga merasakan perubahan kondisi terminal yang kini lebih tertata dan memudahkan penumpang. Perbaikan fasilitas dinilai cukup membantu, terutama bagi mereka yang membawa keluarga. “Kalau untuk sekarang sih ya lumayan bagus, daripada yang dulu masih kita cari-carian. Kalau ini sekarang gampang,” ungkapnya.
Soal biaya, ia menilai tarif bus masih dalam batas wajar, bahkan saat mendekati Lebaran. Hal ini menjadi salah satu alasan dirinya tetap setia menggunakan angkutan darat. “Harga tiket untuk yang dekat Lebaran ini sekitar Rp300 ribu kalau tujuannya Amuntai,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk perjalanan kembali ke Samarinda, Faudin berencana menggunakan moda transportasi lain yang dinilai lebih praktis dari lokasi tempat tinggal keluarganya. “Rencana pulang naik travel, karena dari sana posisi terminal agak jauh dari tempat mertua,” pungkasnya. (mell)