KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menyoroti kinerja penyerapan anggaran yang memasuki fase krusial di penghujung tahun. Desakan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program terus dilontarkan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, yang dalam beberapa minggu terakhir menjadikan isu ini sebagai perhatian utama dalam setiap pengarahan internal.
Rudy menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang telah direncanakan sejak awal tahun harus digerakkan tanpa penundaan tambahan, terlebih waktu pelaksanaan anggaran semakin sempit. Ia mengingatkan pentingnya menjaga efektivitas belanja pemerintah agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ini sudah penghujung tahun, fokusnya sekarang anggaran terserap dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Namun, Rudy turut menekankan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan mutu pekerjaan. Ia meminta seluruh perangkat daerah menjaga standar agar setiap penyelesaian program tetap sesuai ketentuan dan kualitas yang diharapkan. “Kejar target bukan menurunkan kualitas. Kita perlu pekerjaan yang tepat waktu, tapi juga tepat kualitas,” terangnya.
Salah satu perhatian utamanya adalah laporan mengenai sejumlah OPD yang masih tertinggal dalam realisasi belanja. Rudy menyebut perubahan anggaran yang baru rampung pada akhir Oktober seharusnya tidak dijadikan alasan untuk melambat.“Sekitar 25 OPD masih rendah, mesti dikejar. Ini sudah dekat akhir tahun,” tukasnya.
Dengan sisa waktu yang semakin tipis, dirinya berharap agar setiap perangkat daerah mampu melakukan pembenahan agar catatan akhir tahun pemerintah provinsi dapat menunjukkan peningkatan. “Saya ingin rapor semua OPD bagus,” tegasnya.
Sekretaris Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menambahkan bahwa percepatan yang diminta Gubernur harus tetap dijalankan secara terukur dan patuh prosedur. Menurutnya, penyelesaian program bukan hanya soal mengejar tenggat, tetapi juga memastikan pelaksanaan sesuai standar dan regulasi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan serapan anggaran dapat mencapai 92 persen pada akhir tahun. Untuk mendorong semangat OPD, Pemprov menyiapkan mekanisme insentif sekaligus evaluasi ketat bagi yang tertinggal. “Untuk OPD yang mencapai di atas 92 persen, akan ada apresiasi,” tutupnya. (Adv/DiskominfoKaltim/ns)