KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Rooftop Pasar Pagi Samarinda diusulkan disulap menjadi kawasan kafe dan ruang nongkrong. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ingin memanfaatkan panorama Sungai Mahakam sebagai daya tarik untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Gagasan tersebut muncul di tengah masih banyaknya kios Pasar Pagi yang belum terisi. Dari sekitar 1.500 kios yang tersedia, hampir 60 persen di antaranya masih kosong sehingga kawasan pasar dinilai belum berkembang secara optimal.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan pemerintah tidak ingin rooftop hanya menjadi ruang kosong. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kuliner yang menyasar kalangan muda.
“Rooftop itu bisa kita manfaatkan untuk kafe. View-nya luar biasa karena langsung menghadap Sungai Mahakam,” ujarnya baru-baru ini.
Menurut Marnabas, konsep tersebut juga sudah diusulkan kepada Wali Kota Samarinda. Nantinya, rooftop diharapkan menjadi destinasi baru yang mampu menarik masyarakat berkunjung ke Pasar Pagi, terutama pada malam hari.
Ia menjelaskan, akses menuju rooftop sebenarnya telah dipersiapkan sejak awal pembangunan. Lift saat ini sudah melayani hingga lantai enam, sementara akses langsung ke rooftop masih menunggu pertimbangan dari sisi keamanan.
“Awalnya kami minta lift sampai rooftop, tapi ada pertimbangan keamanan. Sementara berhenti di lantai enam dulu, nanti kalau sudah ramai bisa sampai lantai tujuh,” katanya.
Selain menghadirkan ruang publik baru, konsep tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Pagi.
Menurut Marnabas, keberadaan kafe dengan panorama Sungai Mahakam akan menciptakan pangsa pasar baru yang selama ini belum tergarap.
Ia menambahkan, usulan tersebut sejalan dengan capaian PAD dari sektor kuliner yang terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan pemaparan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sektor kafe dan usaha makan-minum menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi daerah.
“Hasil pemaparan Bapenda tadi, yang paling berkontribusi terhadap peningkatan PAD justru kafe-kafe. Targetnya bahkan sudah melampaui 100 persen, padahal baru memasuki pertengahan tahun,” ungkapnya.
Karena itu, Pemkot berharap pengembangan Rooftop Pasar Pagi tidak hanya menghidupkan kembali kawasan perdagangan, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kota Samarinda.
“Kita berharap potensi itu bisa dimanfaatkan. Selain menarik anak muda datang ke Pasar Pagi, tentu juga bisa memacu PAD Kota Samarinda,” tandas Marnabas. (mell)