merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Gedung Pandurata AWS Ditarget Beroperasi Januari–Februari 2027, Pemprov Alokasikan Rp100 Miliar untuk Alat Kesehatan

whatsapp image 2026 07 20 at 14.28.47
Komisi III DPRD Kaltim bersama Dinas Kesehatan Kaltim dan manajemen RSUD AWS meninjau Gedung Pandurata yang ditarget mulai beroperasi awal 2027. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) ditarget mulai beroperasi pada Januari hingga Februari 2027.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun menyiapkan anggaran Rp100 miliar tahun ini untuk pengadaan alat kesehatan sebagai bagian dari percepatan operasional gedung tersebut.

Kepastian itu mengemuka saat Komisi III DPRD Kaltim melakukan kunjungan lapangan bersama Dinas PUPR-PERA, Dinas Kesehatan Kaltim dan manajemen RSUD AWS, Senin (20/7/2026). Kunjungan dilakukan untuk memastikan progres penyelesaian gedung sekaligus menanyakan target operasional kepada pemerintah.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, mengatakan pihaknya ingin memastikan masyarakat segera dapat memanfaatkan gedung perawatan baru tersebut.

“Fokus kami ingin memastikan kapan kira-kira gedung perawatan ini bisa dipergunakan atau dioperasikan. Itu yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain meninjau bangunan utama, Komisi III juga melihat sejumlah fasilitas pendukung yang masih perlu dilengkapi sebelum gedung difungsikan.

Abdulloh menyebut pengembangan kawasan rumah sakit juga akan mencakup penambahan area parkir dan perbaikan akses jalan menuju rumah sakit.

Menurutnya, Pemprov telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5.336 meter persegi yang berasal dari Kementerian Kesehatan untuk mendukung pengembangan tersebut.

“Termasuk jalan lingkungan juga menjadi prioritas pengembangan berikutnya. Harapannya pasien bisa lebih nyaman dan aman saat menuju rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan penyelesaian gedung kini tinggal menyisakan pekerjaan berskala kecil. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan anggaran pengadaan alat kesehatan dan penyelesaian interior secara bertahap.

Menurutnya, kebutuhan alat kesehatan untuk Gedung Pandurata diperkirakan mencapai sekitar Rp250 miliar. Namun pada tahun ini pemerintah baru mengalokasikan Rp100 miliar.

“Kalau melihat desain keseluruhan memang perlu sekitar Rp250 miliar. Tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp100 miliar,” ujarnya.

Jaya menjelaskan, pengadaan alat kesehatan maupun operasional gedung akan dilakukan secara bertahap. Skema tersebut dipilih agar layanan kepada masyarakat dapat segera dibuka tanpa harus menunggu seluruh lantai selesai dilengkapi.

“Nanti dioperasikan bertahap, tidak langsung semua lantai. Yang penting pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat, terutama untuk mengurangi kepadatan IGD dan keterbatasan ruang perawatan,” jelasnya.

Ia optimistis seluruh pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dapat diselesaikan pada akhir tahun ini sehingga Gedung Pandurata mulai beroperasi pada awal 2027.

“Mudah-mudahan akhir tahun sudah selesai, sehingga Januari atau Februari gedung ini sudah bisa dioperasikan,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *