KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok (bapokting) di Samarinda mulai menunjukkan tren penurunan. Hasil inspeksi mendadak (sidak) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda juga memastikan stok pangan dalam kondisi aman.
Namun, di balik kondisi yang relatif stabil itu, pemerintah mulai mengantisipasi potensi kenaikan harga telur seiring berjalannya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sidak yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Rabu (15/7/2026), menyasar sejumlah titik distribusi dan perdagangan, mulai dari distributor CV Mahakam Lestari di Jalan A.M. Sangaji, Toko Sukri di Jalan Sentosa, SPBU Pertamina di Jalan Sentosa, Toko Inflasi Si Jaga Harapan, Pasar Merdeka, hingga Planet Swalayan di Jalan Gatot Subroto.
Dari hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas utama seperti beras, cabai, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, hingga gula terpantau stabil bahkan cenderung menurun dibanding beberapa pekan sebelumnya.
“Harga malah semuanya saya kira saat ini turun semua. Mulai dari minyak, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, beras, bahkan gula itu turun semua,” ujar Saefuddin usai sidak.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pasokan bahan pokok di Samarinda masih mencukupi sehingga laju inflasi tetap terkendali.
“Alhamdulillah dengan harganya turun ini inflasi bisa terkendali. Kalau turunnya terlalu tajam juga kan tidak baik karena bisa memicu deflasi,” katanya.
Meski demikian, Saefuddin mengingatkan ada satu komoditas yang diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat, yakni telur ayam. Bukan karena gangguan pasokan, melainkan meningkatnya kebutuhan seiring dimulainya kembali Program MBG di sekolah-sekolah.
“Kalau telur memang ada potensi naik. Karena permintaannya nanti bertambah saat MBG untuk anak-anak sekolah kembali berjalan. Tapi hari ini belum terjadi,” jelasnya.
Berdasarkan hasil sidak, harga telur di tingkat pedagang masih bervariasi. Di Toko Inflasi Si Jaga Harapan, telur dijual Rp47 ribu per piring dan telur jumbo Rp50 ribu. Sementara di Pasar Merdeka, harga telur berkisar antara Rp54 ribu hingga Rp62 ribu per piring, bergantung ukuran dan daerah asal pasokan.
Selain memantau harga pangan, rombongan juga meninjau distribusi LPG 5 kilogram di SPBU di Jalan Sentosa. Dari hasil pengecekan, Saefuddin memastikan stok gas bersubsidi masih mencukupi. Persoalan yang ditemukan justru berasal dari peralatan pengisian yang sudah berusia tua sehingga memengaruhi kelancaran distribusi.
“Stoknya cukup, tidak ada masalah. Yang perlu diperhatikan adalah penyalurannya. Ada beberapa kran pengisian yang perlu segera diperbaiki supaya antrean tidak semakin panjang,” ujarnya.
Ia meminta pihak yang berwenang bersama Pertamina segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas tersebut agar distribusi LPG kembali lancar.
“Kalau satu kran yang bermasalah bisa segera diperbaiki, beban pengisian bisa terbagi ke jalur lain sehingga antrean masyarakat bisa terurai,” tambahnya.
Saefuddin memastikan pemerintah akan terus melakukan pemantauan ke sejumlah titik distribusi lainnya untuk memastikan stok tetap aman dan harga kebutuhan pokok terkendali, terutama menjelang meningkatnya permintaan pada beberapa komoditas tertentu.
“Kami akan terus melakukan pengecekan di beberapa lokasi lain. Harapannya stok tetap aman, distribusi lancar, dan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” tandasnya. (mell)