merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Proyek Drainase Jalan Gunung Cermai Mulai Dikerjakan, Andi Harun Minta Warga Maklumi Rekayasa Lalu Lintas

whatsapp image 2026 08 26 at 14.27.26
Rekayasa lalu lintas yang terjadi di Jalan Gunung Cermai saat pengerjaan proyek drainase berlangsung. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Proyek drainase di kawasan Jalan Gunung Cermai, Samarinda, mulai dikerjakan. Pekerjaan ini ditujukan untuk mengatasi banjir yang selama ini kerap menggenangi kawasan Jalan Pasundan hingga sekitar Rumah Sakit Dirgahayu dan Jalan Gunung Merbabu.

Dimulainya pekerjaan juga berdampak pada arus lalu lintas di Simpang Cermai. Penyempitan jalan diberlakukan di depan Bank BTN, dengan rekayasa arus selama proses pengerjaan yang dijadwalkan berlangsung hingga 4 September 2026.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pembangunan tersebut merupakan jawaban pemerintah atas persoalan banjir yang sudah terjadi selama bertahun-tahun di kawasan tersebut.

“Ini adalah jawaban kita selama puluhan tahun sebagai solusi atas banjir yang sering terjadi di sekitar Pasundan. Termasuk di kawasan Rumah Sakit Dirgahayu. Bahkan itu bisa sampai di Merbabu,” kata Andi Harun saat meninjau lokasi proyek belum lama ini.

Melalui pekerjaan tersebut, saluran dari kawasan Jalan Pasundan dan Jalan Gunung Cermai akan diarahkan menuju Sungai Mahakam. Sistemnya dilengkapi saluran baru, pintu air dan rumah pompa untuk mendukung pembuangan air.

Berdasarkan desain pekerjaan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Umum (DPUPR), saluran baru memiliki panjang 197,7 meter, lebar 5 meter dan tinggi 2,25 meter. Proyek yang menggunakan APBD 2026 ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp19,06 miliar dan ditargetkan rampung pada 11 Desember 2026.

Andi Harun mengatakan pekerjaan fisik baru dimulai setelah beberapa hari sebelumnya dilakukan persiapan. Ia menyebut alat berat mulai bekerja pada malam 24 Agustus lalu.

“Jadi nanti kita sodet supaya air itu langsung terbuang ke Sungai Mahakam. Nah, ini pasti ke depan ini mulai malam ini sampai besok dan seterusnya ada gangguan lalu lintas di sekitar sana,” ujarnya.

Gangguan lalu lintas tersebut tidak terhindarkan lantaran pekerjaan berada di kawasan yang menjadi jalur pergerakan kendaraan. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda bersama Satlantas Polresta Samarinda telah menyiapkan rekayasa untuk menjaga arus tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung.

Andi Harun meminta masyarakat memaklumi persoalan kemacetan akibat pekerjaan tersebut. Rekayasa lalu lintas hanya bersifat sementara, namun manfaat proyek diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Besok kalau ada kemacetan harus dan mestinya secara bijak kita pahami itu hanya sementara karena kita sedang membangun sesuatu yang manfaatnya untuk kepentingan orang banyak yang jauh lebih besar,” katanya.

Lebih lanjut, proyek drainase Simpang Cermai tersebut ditargetkan selesai hingga Desember. Pemerintah berharap saluran baru yang terhubung ke Sungai Mahakam dapat memperbaiki aliran air dari kawasan Pasundan dan mengurangi persoalan banjir yang selama ini terjadi di wilayah tersebut.

“Kurang-kurang dikit, banyak kekurangannya. Sedang kekurangannya pemerintah itu tidak ada yang sempurna memang. Tapi yang paling utama kita ingin tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bekerja,” pungkas Andi Harun. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *