merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

MBG Dimulai, Harga Telur Diprediksi Tembus Rp50 Ribu per Piring

whatsapp image 2026 07 16 at 15.53.30
Seorang pedagang telur di salah satu pasar tradisional di Kota Samarinda. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali bergulir seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 diperkirakan bakal berdampak pada harga telur di pasaran.

Meski stok masih aman, pedagang di Samarinda memprediksi harga komoditas tersebut akan terus merangkak naik akibat meningkatnya permintaan.

Pemilik CV Mahakam Lestari di Jalan A.M. Sangaji, Muhammad Sukri, mengatakan harga telur dari peternak di Pulau Jawa saat ini sudah mulai mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp19 ribu per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp22 ribu per kilogram.

“Dulu per kilo Rp19 ribu, sekarang Rp22 ribu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (16/7/2026).

Kenaikan harga di tingkat peternak mulai berdampak pada harga jual di Samarinda. Saat ini telur dijual sekitar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per piring, naik dibanding sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu.

Meski demikian, Sukri memastikan pasokan telur masih dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang.

“Kalau pasokan aman saja,” singkatnya.

Menurut Sukri, kenaikan harga yang terjadi belakangan bukan semata dipicu oleh bergulirnya kembali MBG.

Ia menjelaskan, harga telur saat ini memang sedang bergerak menuju harga normal setelah dalam beberapa waktu terakhir para peternak mengalami kerugian akibat harga jual yang terlalu rendah.

“Kemarin itu bukan masalah kenaikan, tapi peternak rugi. Jadi sekarang berangsur-angsur kembali ke harga normal,” jelasnya.

Namun, ia meyakini permintaan dari Program MBG akan semakin mendorong kenaikan harga dalam beberapa waktu ke depan. Dengan ribuan pelajar kembali menerima menu bergizi yang salah satunya menggunakan telur, kebutuhan pasar diperkirakan ikut meningkat.

“Ini naik terus. Naik terus ini,” ucapnya.

Ia memperkirakan harga telur di tingkat peternak Jawa masih berpotensi naik hingga kisaran Rp27 ribu per kilogram. Setelah ditambah biaya distribusi ke Samarinda, harga jual di tingkat pedagang diperkirakan kembali mengalami penyesuaian.

“Kalau dari Jawa bisa sampai Rp27 ribu per kilo. Ongkos ke sini sekitar seribu per kilo, jadi bisa lebih tinggi lagi. Bisa lebih dari Rp45 ribu,” tutupnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *