merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Samarinda Siapkan Pelabuhan Bertaraf Nasional di Palaran, Bakal Jadi Pusat Ekonomi Baru

img 20260508 wa0005
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Samarinda, Marnabas Patiroy. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Aktivitas pelabuhan yang selama puluhan tahun bertumpu di pusat kota direncanakan bergeser ke kawasan Palaran seiring wacana pembangunan pelabuhan multipurpose yang digadang menjadi simpul baru jasa dan perdagangan di ibu kota Kalimantan Timur.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan gagasan tersebut menjadi bagian dari visi penataan kawasan tepian Mahakam yang selama ini terus dikembangkan lewat proyek Teras Samarinda.

“Sesuai program Pak Wali, Teras Samarinda itu nantinya sampai ke ujung. Nah, pelabuhan yang ada sekarang ini sudah tidak sesuai lagi dengan pengembangan kota,” ujarnya ditemui usai rapat koordinasi pembangunan terminal multipurpose di Ruang Rapat Mahakam Kantor BPKAD Samarinda, Jumat (8/5/2026).

Menurut Marnabas, Samarinda tidak bisa terus bertahan hanya sebagai kota transit. Kehadiran pelabuhan baru dinilai penting untuk mendorong kota ini tumbuh sebagai pusat jasa, perdagangan, hingga logistik di Kalimantan Timur. “Pak Wali ingin Samarinda punya pelabuhan multipurpose. Kalau belum bisa bertaraf internasional, minimal nasional dulu,” katanya.

Ia menyebut, keberadaan bandara dan pelabuhan menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah daerah. Terlebih Samarinda kini telah memiliki Bandar Udara APT Pranoto dan aktivitas peti kemas yang terus berkembang.

“Mana ada negara maju tanpa pelabuhan dan bandara. Kita sudah punya APT Pranoto, peti kemas kita juga sekarang pendapatannya sudah nomor dua di Indonesia,” ucapnya.

Tak hanya membangun pelabuhan, Pemkot juga mulai membayangkan Palaran sebagai pusat pertumbuhan baru Kota Samarinda. Kawasan itu disebut bakal diarahkan menjadi kota satelit sekaligus kawasan industri penyangga.

Bahkan, aktivitas pelabuhan di kawasan Yos Sudarso nantinya direncanakan bergeser secara bertahap agar tepian Mahakam di pusat kota bisa ditata lebih terbuka dan terintegrasi dengan pengembangan Teras Samarinda.

Dalam rapat tersebut, Pemkot turut menggandeng KSOP, Pelindo, hingga pihak navigasi pelayaran untuk mulai memetakan lokasi potensial pembangunan pelabuhan baru. Pemerintah juga membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga maupun skema pembiayaan pemerintah daerah.

“Kita minta minimal tiga sampai empat alternatif lokasi untuk disampaikan ke Pak Wali. Nanti bisa skema B2B dengan pihak ketiga atau full pemerintah daerah,” jelasnya.

Pelabuhan multipurpose itu nantinya diharapkan menjadi pintu baru aktivitas logistik dan perdagangan Samarinda, sekaligus menggeser kepadatan kawasan pelabuhan lama di pusat kota secara bertahap menuju kawasan Palaran.

“Pelan-pelan semuanya kita arahkan ke sana sehingga Samarinda betul-betul bisa menjadi pusat kota jasa dan perdagangan,” tutup Marnabas. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *