KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pemantauan kesehatan terhadap 600 petugas kebersihan melalui kegiatan cek kesehatan gratis yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 September 2026.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar Tri Joko Kuncoro mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para petugas yang setiap hari berada di lapangan.
Menurutnya, pemeriksaan tidak dilakukan sekaligus dalam satu hari karena para petugas tetap harus menjalankan tugas pelayanan kebersihan di wilayah Kukar.
“Sekitar 600-an petugas. Tidak mungkin sehari kita layani. Makanya kita tiga hari untuk melakukan itu,” kata Tri Joko di Tenggarong, Rabu (30/9/2026).
Pelaksanaan pemeriksaan juga disesuaikan dengan waktu kerja para petugas. Mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, kemudian memanfaatkan waktu senggang untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Tri Joko menyebut, hampir seluruh petugas kebersihan mengikuti kegiatan tersebut. Pemeriksaan mencakup sejumlah indikator kesehatan dasar, mulai dari tekanan darah, kolesterol, asam urat hingga gula darah.
“Ya semua, tekanan, kolesterol, darah tinggi, asam urat, gula darah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi perhatian DLHK terhadap kondisi petugas yang menjadi ujung tombak dalam menjaga kebersihan daerah. Terlebih, para petugas baru saja menyelesaikan pekerjaan dengan intensitas tinggi selama pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.
Rangkaian kegiatan Erau menurutnya, cukup menguras tenaga petugas kebersihan karena aktivitas di lapangan meningkat. Kondisi ini menjadi salah satu alasan DLHK memastikan kesehatan mereka setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.
“Apalagi pasca kegiatan event Erau kemarin kan sangat menguras tenaga petugas kami, menguras tenaga tugas-tugas di lapangan,” bebernya.
Dari pemeriksaan yang dilakukan hingga hari terakhir, DLHK Kukar belum menerima laporan serius mengenai kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan. Hasil pemeriksaan sementara masih menunjukkan kondisi yang berada dalam batas kewajaran.
Meski demikian, DLHK tetap membuka ruang bagi petugas yang mengalami keluhan atau penurunan kondisi kesehatan untuk dapat beristirahat dan mendapatkan penanganan medis.
Tri Joko menegaskan bahwa petugas tidak akan dipaksakan bekerja apabila kondisi kesehatannya sedang menurun. Mereka dapat diberikan waktu untuk beristirahat maupun berobat sebelum kembali menjalankan tugas.
Selain pemeriksaan kesehatan, seluruh petugas DLHK juga telah dibekali BPJS Ketenagakerjaan. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan apabila petugas mengalami keluhan atau membutuhkan pelayanan yang berkaitan dengan jaminan ketenagakerjaan.
“Kalau misalkan ada kondisi yang memang petugas lagi menurun kesehatannya, kita kasih sementara istirahat untuk berobat. Kami ingin memastikan petugas yang melayani masyarakat terkait kebersihan di Kukar terjaga kesehatannya untuk bisa tetap melayani kebersihan di Kukar,” tutupnya.
(Ln/Adv40/Kukar)