KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meluruskan adanya wacana pelaksanaan Erau di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sempat menimbulkan pemahaman bahwa pelaksanaan Erau Adat Kutai akan dipindahkan dari Tenggarong.
Aulia menegaskan, Erau atau Eroh, yang nantinya dilaksanakan di IKN bukan berarti memindahkan Erau Adat Kutai yang selama ini menjadi agenda tahunan di Tenggarong.
“Erau di IKN merupakan bagian dari Erau yang dilaksanakan di daerah-daerah bagiannya Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Bukan memindahkan Erau yang ada di Tenggarong hari ini ke IKN,” tegas Aulia, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, pemahaman tersebut penting diluruskan agar tidak terjadi distorsi informasi di tengah masyarakat. Sebab lanjut Aulia, muncul pemahaman seolah-olah apabila Erau digelar di IKN pada tahun depan, maka Erau Adat Kutai tidak lagi dilaksanakan di Tenggarong.
Ia memastikan anggapan tersebut tidak benar. Erau Adat Kutai yang menjadi tradisi utama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tetap dilaksanakan di Tenggarong setiap tahunnya.
“Erau Adat Kutai adanya di Tenggarong. Itu yang harus kita pahami. Erau Adat Kutai ada di Tenggarong,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Erau di sejumlah daerah lain dapat dilakukan sebagai bentuk penghargaan sekaligus upaya mengambil hikmah dari nilai-nilai yang terkandung dalam Erau.
Aulia mencontohkan, pelaksanaan Erau tidak hanya berlangsung di Tenggarong. Pada 12 Oktober mendatang, Erau juga dijadwalkan dilaksanakan di Kabupaten Kutai Timur. Selain itu, terdapat pelaksanaan Erau di sejumlah wilayah lainnya.
“Erau itu artinya pesta, riuh. Erau hari ini dilaksanakan di beberapa titik,” katanya.
Karena itu, apabila nantinya Erau dilaksanakan di IKN, menurut Aulia, hal itu harus dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan Erau di wilayah yang memiliki keterkaitan dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, bukan sebagai pengganti Erau Adat Kutai di Tenggarong.
Ia kembali menegaskan, Erau Adat Kutai tetap memiliki tempat dan pelaksanaan tersendiri di Tenggarong, yakni setiap tahun pada tanggal 20-27 September.
“Erau-Erau lain bisa dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan, sebagai bentuk kita ingin mengambil hikmah daripada Erau itu sendiri. Akan tetapi, Erau yang kita sebut dengan Erau Adat Kutai setiap tahunnya itu tetap kita laksanakan di Tenggarong,” tuturnya.
Aulia berharap penjelasan tersebut dapat mencegah kesalahpahaman di masyarakat terkait wacana Erau di IKN.
“Ini yang harus kita luruskan sehingga tidak terjadi distorsi informasi di tengah-tengah masyarakat, seolah-olah tahun depan Erau itu dilaksanakan di IKN, di Tenggarong tidak dilaksanakan Erau,” tutupnya.
(Ln/Adv36/Kukar)