KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Jaya Mualimin mengungkap pergeserannya dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) menjadi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur sudah disiapkan sejak beberapa bulan lalu. Ia menyebut rotasi tersebut menjadi bagian dari agenda penyegaran melalui manajemen talenta yang dilakukan Pemprov Kaltim.
Jaya resmi meninggalkan jabatan Kepala Dinkes setelah dilantik Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sebagai Kepala Dinsos Kaltim, Senin (28/9/2026). Posisi yang ditinggalkannya kini ditempati Andi Muhammad Ishak, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinsos Kaltim.
“Ini sudah menjadi agenda sebenarnya sudah sejak beberapa bulan yang lalu. Termasuk juga manajemen talenta yang dilakukan oleh Provinsi Kalimantan Timur,” kata Jaya usai pelantikan.
Memimpin Dinsos, Jaya mengakui lingkup persoalan yang dihadapinya lebih luas dan kompleks. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan baru sekaligus pengalaman berbeda setelah cukup lama berkecimpung di sektor kesehatan.
“Apalagi Dinas Sosial ini lebih luas. Jadi masalahnya lebih kompleks. Maka ini menjadi tantangan buat saya,” ujarnya.
Sejumlah persoalan sosial pun telah menjadi perhatiannya, termasuk penanganan penyandang disabilitas. Jaya menyinggung kelompok disabilitas yang masih menghadapi persoalan serius, termasuk kasus pemasungan serta anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Ia juga melihat adanya irisan antara tugas barunya dengan pengalaman di Dinkes, terutama dalam pengelolaan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Urusan tersebut melibatkan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial, sehingga menjadi salah satu bidang yang akan kembali bersinggungan dengan pengalaman Jaya di sektor kesehatan.
“Termasuk juga mengelola kepesertaan dari BPJS kan memang dilakukan di Kementerian Sosial dan Dinas Sosial. Terutama untuk yang penerima bantuan iuran untuk BPJS,” jelasnya.
Di Dinsos, Jaya mengatakan dirinya tidak akan serta-merta mengubah seluruh program yang telah berjalan. Ia ingin meneruskan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya ditangani Andi Muhammad Ishak, terutama dalam penanganan persoalan sosial di Kaltim.
“Banyak. Saya ingin melanjutkan programnya Pak Andi Ishak ya. Terutama juga terkait dengan masalah-masalah sosial yang ada,” katanya.
Sementara itu, Jaya berharap Andi Muhammad Ishak yang kini memimpin Dinkes Kaltim dapat melanjutkan program dan visi-misi pemerintah provinsi di sektor kesehatan. Ia menyebut Ishak bukan sosok baru di lingkungan Dinkes Kaltim.
“Saya tetap semangat dan Pak pengganti saya Pak Andi Muhammad Ishak juga dulu orang lama di sana. Mudah-mudahan bisa melanjutkan visi, misi Bapak Gubernur, gratis pol bidang kesehatan,” harap Jaya. (mell