desain sukseskan kukar idaman terbaik

Disdikbud Kukar Belum Bisa Pastikan Jumlah Kekurangan Guru

whatsapp image 2026 09 29 at 20.16.59
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Heriansyah. (Foto : Ln/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Heriansyah belum dapat memastikan jumlah kekurangan guru / tenaga pengajar di daerah tersebut.

Perhitungan masih dilakukan melalui analisis jabatan (Anjab) untuk mengetahui kebutuhan guru di masing-masing sekolah. Pasalnya kata dia, jumlah kekurangan guru masih bersifat dinamis karena jumlah tenaga pendidik terus mengalami perubahan.

“Jumlahnya saat ini belum dapat kita pastikan karena bergerak terus, dinamis,” katanya di DPRD Kukar, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, kebutuhan guru nantinya dihitung secara lebih rinci berdasarkan kondisi setiap sekolah di Kabupaten Kukar, termasuk kebutuhan guru untuk masing-masing mata pelajaran.

Anjab tersebut menjadi dasar untuk menentukan berapa jumlah guru yang dibutuhkan setiap sekolah. Setelah proses perhitungan dan penetapan selesai, hasilnya akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan, kemudian menjadi bahan pengusulan formasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Heriansyah menjelaskan, dinamika jumlah guru menjadi salah satu alasan angka kebutuhan belum bisa ditetapkan saat ini. Ia menyebut hampir setiap pekan masih menandatangani Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) bagi guru.

“Jadi, jumlah guru itu, misalnya saya hampir setiap minggu menandatangani yang namanya SKPP, surat pemberhentian penggajian guru,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan guru harus terus diperbarui agar data yang digunakan pemerintah daerah benar-benar menggambarkan kebutuhan riil di sekolah.

Apabila proses Anjab tidak segera diselesaikan lanjut dia, jumlah kekurangan guru berpotensi semakin bertambah seiring adanya perubahan jumlah tenaga pendidik.

“Kalau ini tidak segera dilaksanakan proses analisis jabatan gurunya, tidak segera kita finalkan, kemudian ini kita usulkan, maka kekurangan guru ini akan lebih banyak lagi,” jelasnya.

Karena itu, Disdikbud Kukar menargetkan proses finalisasi Anjab guru dapat dilakukan tahun ini. Namun, untuk jumlah formasi yang nantinya akan dibuka, Disdikbud belum dapat memberikan angka.

Heriansyah mengatakan, perekrutan guru baru belum dapat dilakukan sebelum kebutuhan tersebut ditetapkan dan mendapatkan persetujuan pemerintah pusat.

“Perekrutannya belum. Nanti kita minta persetujuan dulu. Baru kita membuka formasinya. Karena formasi itu dari KemenPAN-RB,” tandasnya.

(Ln/Adv38/Kukar)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *