merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Permintaan Vaksin Kanker Serviks Meningkat, Pemprov Kaltim Siapkan Penambahan Sesi Layanan

img 20251201 wa0010
Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni. (ns/kaltimvoice).

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah menghadapi tingginya tekanan permintaan vaksin serviks setelah kuota vaksinasi sebelumnya terlampaui. Membludaknya pendaftar dianggap sebagai sinyal meningkatnya perhatian publik terhadap pencegahan kanker serviks.

Namun, ini sekaligus menguji kesiapan pemerintah dalam menyediakan layanan yang konsisten dan merata. Pada pelaksanaan terakhir, kuota 250 penerima tidak mampu menampung seluruh peserta yang mendaftar. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai kapasitas layanan dan kecepatan suplai vaksin yang sepenuhnya bergantung pada pengiriman pusat. Pemprov Kaltim disebut harus bergerak cepat untuk memastikan tidak ada peserta yang terabaikan.

Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, mengakui kondisi tersebut memang menuntut langkah tambahan. Ia menyebut pemerintah sudah mengajukan permintaan dosis baru ke pusat. “Pendaftar kemarin lebih dari 300 orang, jadi mau tidak mau kami harus siapkan jadwal tambahan,” jelasnya, Senin (1/12/2025).

Menurutnya, subsidi dari pemerintah pusat menjadi alasan layanan ini bisa dijangkau dengan biaya lebih rendah. Hal itu ikut mendorong antusiasme masyarakat. “Peserta hanya membayar Rp299 ribu, sementara harga vaksinnya jauh lebih tinggi. Karena itu kita menunggu kabar dari pusat soal tambahan alokasinya,” katanya.

Pemprov Kaltim menilai permintaan vaksin yang melonjak ini harus dijawab dengan kepastian layanan agar tidak menurunkan kepercayaan publik terhadap program pencegahan penyakit. Sri menegaskan pihaknya tidak ingin ada peserta yang tertunda terlalu lama. “Begitu dosis tambahannya dikirimkan, jadwal barunya langsung kami buka,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoKaltim/ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *