KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan guru, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam program Gratispol Pendidikan.
Bahkan, mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Kalimantan Timur tetap akan mendapat pembiayaan uang kuliah tunggal (UKT), selama kembali mengabdi di daerah.
Kebijakan itu ditegaskan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap profesi yang dinilai berperan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Benua Etam.
“Program Gratispol ini memang kami utamakan untuk guru, tenaga pendidik, perawat, kedokteran, dan bidang medis. Pak Gubernur juga sudah menyampaikan itu berkali-kali,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, bantuan UKT disiapkan agar para guru maupun calon tenaga kesehatan tidak lagi terbebani biaya pendidikan. Skema tersebut berlaku bagi mereka yang kuliah di perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Tak hanya itu, dukungan serupa juga diberikan kepada tenaga pendidik yang memilih melanjutkan studi di luar daerah. Selama masih berstatus guru atau tenaga pendidik dan memiliki komitmen kembali ke Kalimantan Timur, pemerintah tetap menanggung biaya UKT mereka.
“Kami ingin mereka tidak perlu lagi mencari-cari biaya kuliah. UKT gratis itu sudah kami siapkan, terutama bagi yang kuliah di Kalimantan Timur. Bahkan yang kuliah di luar Kaltim pun, selama dia tenaga pendidik dan guru, tetap kita berikan UKT secara gratis,” imbuhnua.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun pada tahun ini. Dana itu dialokasikan bagi pelajar dan mahasiswa asal Kalimantan Timur, meski kelompok guru, tenaga pendidik, dan tenaga medis tetap menjadi prioritas utama penerima bantuan.
“Untuk guru, tenaga pendidik, dan tenaga medis tetap kita utamakan, baik yang kuliah di Kalimantan Timur maupun di luar Kalimantan Timur, selama mereka kembali ke Kaltim,” tandas Seno Aji. (mell)