merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemprov Kaltim Irit Rp400 Juta karena Kebijakan WFA ASN

img 20260407 wa0012
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur mulai mencatat penurunan signifikan biaya operasional perkantoran seiring penerapan pola kerja fleksibel aparatur sipil negara (ASN) melalui skema work from anywhere (WFA).

Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah yang mulai diterapkan sejak 1 April 2026. Bahkan sebelumnya, Pemprov Kaltim telah lebih dulu menerapkan skema kerja WFA sejak 13 Februari 2026 sebagai bagian dari penyesuaian sistem kerja ASN yang lebih fleksibel dan efisien.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengatakan dampak kebijakan tersebut mulai terlihat dari turunnya penggunaan listrik di lingkungan perkantoran Pemprov Kaltim dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah daerah, kata dia, secara rutin melakukan pelaporan penggunaan operasional setiap bulan untuk memantau efektivitas kebijakan transformasi budaya kerja ASN terhadap pengeluaran daerah.

“Sekarang kita setiap bulan melakukan pelaporan. Dari data yang saya terima, biaya listrik sudah mengalami penurunan cukup signifikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penurunan biaya listrik tidak hanya dipengaruhi penerapan pola kerja fleksibel, tetapi juga penggunaan lampu LED (Light Emitting Diode) di lingkungan perkantoran. Jika sebelumnya biaya listrik mencapai sekitar Rp700 juta per bulan, kini turun menjadi sekitar Rp300 juta.

“Sebelumnya biaya listrik sekitar Rp700 juta per bulan, sekarang turun menjadi sekitar Rp300 juta setelah penggunaan lampu LED dan penerapan WFA,” katanya.

Penerapan skema WFA setiap hari Jumat diperkirakan akan semakin menekan penggunaan listrik serta kebutuhan operasional kantor lainnya karena aktivitas perkantoran berkurang pada hari tersebut.

Di sisi lain, ia menyebut penerapan skema ini juga berdampak pada menurunnya penggunaan kendaraan operasional serta konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan perkantoran. “Kalau sudah ada WFA, maka aktivitas kantor akan berkurang. Otomatis penggunaan kendaraan dan BBM juga ikut berkurang.” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *