KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Pondok Pesantren PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong memperingati Milad ke-50 tahun berdirinya pesantren sebagai momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan komitmen menuju lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel resmi yang digelar Yayasan PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan H. Achdar Rifai dan Sekretaris H. Husni Thamrin. Dalam kegiatan tersebut, sejarah berdirinya pesantren dibacakan langsung oleh Ketua Yayasan, sementara pembina upacara dipimpin Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa pesantren ini didirikan pada 1976 oleh Drs. H. Achmad Dahlan yang saat itu menjabat Bupati Kutai sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan Islam yang terstruktur dan berorientasi masa depan.

Sebagai bagian dari momentum Milad, dilakukan pula pengecoran Cakar Ayam pembangunan Asrama Putra 18 kamar dengan total anggaran Rp2,2 miliar. Prosesi tersebut dilakukan oleh Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rachman Basri bersama Ketua DPRD Kukar H. Ahmad Yani dan sejumlah undangan.
Ketua Panitia Milad, Wahidatuzzakiah, mengatakan peringatan setengah abad pesantren bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang silaturahmi, haul, serta dialog kepesantrenan sebagai wadah konsolidasi alumni dan pertukaran gagasan.
Dialog menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ust. Nasrun Basri, M.Pd.I dari Ponpes Darul Ihsan Samarinda, Muhammad Idham selaku Anggota DPRD Kukar sekaligus alumni, serta Selamat Said Sanib, M.Sos yang merupakan alumni MTs tahun 1985.

Dalam dialog tersebut, Selamat Said Sanib menegaskan pentingnya membangun reputasi pesantren melalui dokumentasi dan narasi sejarah yang kuat. Menurutnya, eksistensi lembaga tidak lahir dari klaim semata, tetapi dari rekam jejak, karya, dan kontribusi nyata para alumninya.
“Branding pesantren harus dibangun melalui dokumentasi yang kuat dan narasi sejarah yang terstruktur agar keberadaan pesantren semakin diakui publik,” tegasnya.
Rangkaian Milad juga dimeriahkan penampilan seni Siti Rahmadaniah dan Gasto dari Kuarsa Mahakam yang membawakan karya “Aku Sebutir Hujan” dengan nuansa reflektif.
Selain itu, panitia turut menyusun buku bertajuk “Kiprah dan Harapan 50 Tokoh Alumni” yang mendokumentasikan kontribusi alumni di berbagai bidang, mulai pemerintahan, politik, pendidikan, dakwah, ekonomi, hingga pengabdian sosial.

Puncak peringatan Milad 50 Tahun PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026 di lingkungan pesantren. Dengan tema “1976–2026: Setengah Abad Mengabdi, Menjaga Tradisi, dan Membangun Generasi”, pesantren diharapkan terus melahirkan generasi yang berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.
