merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Sejumlah Kerusakan Rujab Gubernur Diungkap, Dari Atap Bocor hingga Banjir

img 20260507 wa0014
Tampak depan rumah jabatan (rujab) Gubernur Kalimantan Timur atau Lamin Etam. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Bocornya atap hingga perangkat pendingin ruangan yang sempat terendam banjir menjadi potret kondisi rumah jabatan (rujab) Gubernur Kalimantan Timur atau Lamin Etam sebelum direhabilitasi.

Kerusakan itu disebut menjadi dasar penganggaran perbaikan senilai Rp25 miliar yang sempat menjadi polemik meskipun hanya sekitar Rp3 miliar dialokasikan khusus untuk Lamin Etam. Perbaikan menyeluruh setelah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan komitmennya untuk tinggal bersama keluarga di Lamin Etam.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Biro Umum Setda Kaltim, Astri Intan Nirwany. Ia memperlihatkan sejumlah dokumentasi kondisi bangunan yang disebut diambil langsung sepanjang 2024 hingga 2025.

“Ini bukan dokumentasi lama atau hoaks. Foto-foto ini memang kondisi tahun 2024 sampai 2025,” ujarnya saat Jumpa Pers di Kantor Diskominfo Kaltim, Selasa (5/5/2026).

Astri menuturkan, salah satu kerusakan terjadi saat cuaca ekstrem melanda Samarinda pada 2025 lalu. Hujan deras yang berlangsung terus-menerus membuat sejumlah fasilitas terdampak, termasuk rujab gubernur.

Kerusakan tak hanya ditemukan di Rujab Gubernur, tetapi juga di berbagai fasilitas lain yang berada di bawah pengelolaan Biro Umum Setda Kaltim. “Di lantai dua rujab Gubernur itu AC outdoor sampai terendam karena hujan terus-menerus. Belum lagi kondisi Odah Etam, guest house, mushola, hingga gedung-gedung lainnya. Itulah yang menjadi dasar kami menyusun perencanaan rehabilitasi,” bebernya.

Astri mengatakan, selama beberapa tahun terakhir rujab Gubernur memang jarang ditempati secara penuh. Akibatnya, pemeliharaan yang dilakukan sebelumnya hanya bersifat insidental. Namun, situasi itu berubah setelah Rudy Mas’ud menyampaikan keinginannya untuk menetap bersama keluarga di rujab gubernur, sehingga sejumlah fasilitas yang sebelumnya belum terpenuhi mulai dilengkapi melalui anggaran perubahan.

“Pak Gubernur menyampaikan kepada kami bahwa beliau berkomitmen tinggal bersama keluarga di rumah jabatan. Jadi otomatis fasilitas-fasilitas yang kurang akhirnya kami lengkap melalui anggaran perubahan,” ungkap Astri.

Diketahui, Biro Umum Setda Kaltim mengelola sejumlah fasilitas pemerintahan di lingkungan Pemprov Kaltim. Mulai dari Kantor Gubernur Samarinda yang terdiri dari delapan lantai, Gedung B, rumah kediaman gubernur, ruang VIP, hingga kompleks Odah Etam yang mampu menampung sekitar seribu orang.

Selain itu, pengelolaan juga mencakup guest house dengan ruang pertemuan dan 10 kamar VIP, Olah Bebaya, Lamin Etam, rumah jabatan wakil gubernur, rumah jabatan sekretaris daerah di Balikpapan, Convention Hall Sempaja, hingga operasional Islamic Center Samarinda dan Masjid Nurul Mu’min

“Karena yang kami kelola cukup banyak dan dipakai untuk aktivitas pemerintahan maupun tamu daerah, tentu pemeliharaan dan fasilitasnya juga harus dipersiapkan.” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *