merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Antisipasi Intrusi Air Laut Terburuk, Samarinda Wacanakan Ambil Air Baku PDAM hingga ke Kukar

img 20260508 wa0012
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Ancaman kemarau panjang mulai diantisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Perumdam Tirta Kencana. Salah satu yang menjadi perhatian ialah potensi intrusi air laut ke Sungai Mahakam yang dapat memengaruhi pasokan air baku bagi masyarakat.

Asisten II Sekretaris Daerah (Setda) Kota Samarinda sekaligus Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perumdam Tirta Kencana, Marnabas Patiroy, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap pergerakan intrusi air laut saat musim kemarau.

“Kita sudah mitigasi itu, mudah-mudahan tidak terlalu lama. Kalau sekarang kan tiga hari kemarau lalu hujan lagi, jadi masih cukup membantu,” ujarnya, Jum’at (8/5/2026).

Menurutnya, salah satu skenario yang disiapkan ialah mempelajari kembali kondisi kemarau ekstrem tahun 1998 untuk memetakan titik terjauh intrusi air laut masuk ke Sungai Mahakam.

Marnabas menyebut salah satu lokasi yang berpotensi menjadi alternatif pengambilan air baku berada di kawasan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun, rencana tersebut masih memerlukan koordinasi dan izin dari pemerintah kabupaten setempat.

“Kami minta PDAM mempelajari titik terakhir intrusi air laut saat kemarau 1998. Kalau diperlukan, nanti disiapkan intake baru di titik yang masih aman untuk menjaga pasokan air Samarinda,” lanjutnya.

Langkah darurat juga telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah yang sulit dijangkau. “Mobil tangki akan kita gerakkan, terutama untuk daerah-daerah yang di atas atau sulit akses. Selain itu, air bawah tanah juga akan kita teliti kualitasnya.” tutupnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *