KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG- Ribuan tenaga guru honorer dan swasta di Kukar harus mengelus dada karena insentif mereka belum kunjung cair selama 4 bulan. Padahal, mereka harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, akibat tak dibayarkannya insentif tersebtu, banyak di antara para honorer ini menunggaktagihan listrik dan air bersih.
“Kami sudah ada “surat cinta” kapan bisa bayar air listrik yang sudah tertunggak,” ucap salah seorang guru honorer yang minta namanya tidak disebutkan.
Salah satu guru honorer dengan akun Facebook @Wathi menulis “Tolong cairkan insentif guru honorer yang sudah empat bulan belum dicairkan”.
Ketua Forum Guru Honorer dan Swasta Kukar, Bahrul hanya menjawab singkat terkait insentif yang belum cair empat bulan. “Ini kami masih mengkomunikasikan dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengaku Pemkab akan segera mencairkan insentif yang tertunggak empat bulan tersebut. “Mohon bersabar, pasti kami bayarkan,” ucapnya.
Dia menyebut pencairan insentif para guru honorer adalah soal regulasi. Ada penyesuaian regulasi terbaru dengan pemerintah pusat. Tujuannya agar pemberian insentif tepat sasaran, tepat biaya dan tepat jumlah. “Istilah tenaga harian lepas (THL) sudah tidak lagi digunakan pemerintah. Memakai istilah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” jelasnya.
Di KUkar, masih ada tenaga honor sekolah (THS) yang dipakai untuk mengatasi kekurangan guru di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, Disdik melakukan pendataan lebih lanjut agar insentif yang akan dicarikan tepat sasaran dan tidak ada penerima ganda.
“Ada sekitar 3.000 guru honorer dan swasta di Kukar,” pungkasnya. Besaran insentif yang diterima guru honorer dan swasta di Kukar bervariatif berdasarkan zona wilayah. ,Untuk daerah terdekat seperti Tenggarong mendapatkan insentif Rp 877.000 per bulan. Sedangkan untuk wilayah pedalaman sekitar Rp 1,4 juta per bulannya.(*ama)