merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Nelayan Diminta Tunda Melaut Saat Cuaca Ekstrem, BPBD Kaltim Minta Patuhi Peringatan Dini BMKG

whatsapp image 2026 07 29 at 16.11.42
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mengimbau nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut menunda pelayaran apabila Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Imbauan itu disampaikan menyusul masih berpotensinya angin kencang dan gelombang di sejumlah wilayah perairan Kaltim.

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi menegaskan, sebelum berangkat melaut masyarakat sebaiknya terlebih dahulu memantau informasi cuaca dari BMKG. Jika terdapat peringatan dini mengenai gelombang tinggi atau kondisi laut berbahaya, perjalanan sebaiknya ditunda.

“Sekarang sudah saatnya kalau mau melakukan perjalanan di laut memperhatikan BMKG. Lihat kondisi ombaknya bagaimana. Kalau memang ada peringatan dini dan kondisinya berbahaya atau gelombangnya tinggi, ya kalau bisa ditunda,” ujar Buyung, Rabu (29/7/2026).

Selain memantau informasi cuaca, ia mengingatkan agar setiap perjalanan di laut dipersiapkan dengan baik. Kapal harus dipastikan dalam kondisi layak, bahan bakar mencukupi, alat komunikasi berfungsi, serta seluruh penumpang menggunakan jaket pelampung.

BPBD juga mengimbau masyarakat tidak berangkat seorang diri, menyampaikan rencana perjalanan kepada keluarga atau kerabat, termasuk memperkirakan waktu kembali, sehingga memudahkan proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat.

“Persiapkan kapal yang layak pakai, BBM cukup, pakai life jacket. Radio juga dipastikan berfungsi. Kemudian sampaikan rencana perjalanan, kira-kira pulangnya kapan. Kalau ada badai, segera berlindung,” ujarnya.

Menurut Buyung, berdasarkan informasi yang diterima, dampak angin selatan masih berpotensi dirasakan di kawasan pesisir selatan Kalimantan Timur, terutama wilayah Balikpapan hingga Samboja.

Sementara itu, tinggi gelombang di kisaran 1,5 hingga 3 meter sudah masuk kategori sedang dan tetap perlu diwaspadai karena kondisi di laut dapat berubah dengan cepat mengikuti arah dan kecepatan angin.

“Kalau ombak sudah 1,5 sampai 3 meter itu sudah kategori sedang. Tapi kondisi di laut kan berfluktuasi, tergantung arah anginnya,” jelasnya.

Khusus bagi nelayan, Buyung meminta keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan melaut. Menurutnya, mencari nafkah tetap penting, namun tidak boleh mengabaikan risiko saat cuaca sedang buruk.

“Yang mengenai melaut, terutama teman-teman nelayan, dipertimbangkan. Ikan bisa dicari, tapi kalau kondisinya ekstrem, nyawa tidak,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *