merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Over Kapasitas Capai 1.300 Warga Binaan, Rutan Kelas I Samarinda Perketat Skrining TBC

whatsapp image 2026 08 03 at 14.55.02
Warga binaan Rutan Kelas I Samarinda mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam rangka Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining tuberkulosis (TBC), Senin (3/8/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Samarinda memperketat skrining tuberkulosis (TBC) di tengah kondisi hunian yang telah melebihi kapasitas. Dari daya tampung sekitar 450 orang, rutan tersebut kini dihuni sekitar 1.300 warga binaan sehingga dinilai rentan terhadap penyebaran penyakit menular.

Upaya itu dilakukan melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining TBC, dan donor darah yang digelar bersama Pemerintah Kota Samarinda, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut menyasar warga binaan maupun pegawai rutan sebagai bagian dari deteksi dini kondisi kesehatan.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau, terutama dalam mengantisipasi penyakit menular.

“Antusias dari Rutan Kelas I ini sangat baik, baik pegawai maupun warga binaannya. Ini menunjukkan sinergi antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Rutan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara berkala agar potensi penyakit dapat diketahui lebih awal.

“Jangan sampai warga binaan mengalami penyakit yang kronis atau penyakit menular tanpa terdeteksi. Dengan pemeriksaan seperti ini, kalau memang ada yang harus ditangani bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut Saefuddin, program serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda dan akan berlanjut ke Lapas Narkotika Samarinda di Jalan Padat Karya Sempaja Utara Samarinda Utara.

“Ini dilakukan bertahap. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaannya semakin baik, termasuk kegiatan donor darah dan pelayanan kesehatan lainnya,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, mengakui kondisi over kapasitas membuat potensi penyebaran penyakit menular menjadi lebih tinggi. Karena itu, setiap warga binaan baru maupun penghuni yang terindikasi TBC langsung menjalani pemeriksaan dan penanganan khusus.

Menurut Endang, warga binaan yang dinyatakan positif TBC tidak langsung bergabung dengan penghuni lain. Mereka ditempatkan di ruang isolasi hingga dinyatakan sembuh, sementara konsumsi obat dipantau setiap hari oleh tenaga kesehatan.

“Kalau ditemukan TBC langsung kami isolasi. Dokter dan perawat memastikan obat diminum setiap hari karena pengobatan penyakit ini tidak boleh terputus,” jelasnya.

Ia menyebut sebagian besar kasus TBC yang ditemukan merupakan penyakit bawaan dari luar sebelum warga binaan masuk ke rutan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan terhadap penghuni baru selalu dilakukan agar penularan di dalam rutan dapat dicegah sedini mungkin.

Endang berharap skrining kesehatan dapat dilakukan secara berkala, minimal tiga bulan sekali. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi kesehatan warga binaan dapat terus dipantau sekaligus menekan munculnya kasus baru.

“Kalau pemeriksaan seperti ini berjalan rutin, kami optimistis penyebaran TBC di dalam rutan bisa lebih terkendali,” ujarnya.

Selain persoalan kesehatan, Endang juga menyoroti kebutuhan penambahan kapasitas hunian. Ia mengungkapkan pembangunan Lapas baru di kawasan Bayur menjadi salah satu solusi jangka panjang setelah Pemerintah Kota Samarinda menghibahkan lahan sekitar sembilan hektare.

Apabila lapas tersebut telah beroperasi, narapidana yang telah berkekuatan hukum tetap akan dipindahkan ke kawasan Bayur sehingga Rutan Kelas I Samarinda dapat kembali difungsikan sebagai rumah tahanan bagi para tahanan yang masih menjalani proses hukum.

“Ketika Lapas Bayur sudah beroperasi, beban hunian di sini tentu akan jauh berkurang sehingga pembinaan maupun pelayanan kesehatan bisa berjalan lebih optimal,” pungkas Endang. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *