merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Belum Ada Kasus Superflu, Dinkes Kaltim Imbau Warga Tetap Jaga Pola Hidup Sehat

img 20260105 wa0005
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan wilayahnya masih berada dalam kondisi aman dari paparan superflu hingga awal 2026. Meski belum ditemukan kasusnya, sistem kewaspadaan kesehatan terus diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuknya varian baru influenza seiring tingginya mobilitas masyarakat lintas negara.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut kesiapsiagaan dilakukan menyusul laporan Kementerian Kesehatan RI terkait temuan varian influenza baru di sejumlah daerah di Indonesia sejak akhir Desember 2025.

Situasi tersebut mendorong daerah untuk memperketat pemantauan, terutama terhadap kelompok dengan risiko penularan lebih tinggi. “Fokus pengawasan kami saat ini adalah pelaku perjalanan internasional. Jika ada keluhan gejala flu setelah bepergian, kami minta segera melakukan pemeriksaan,” ujar Jaya Mualimin, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, beberapa negara masih mencatat angka kasus influenza yang cukup signifikan, sehingga potensi penularan lintas wilayah tetap harus diwaspadai meskipun kondisi daerah masih stabil.

Dari sisi medis, Jaya menjelaskan superflu tidak memiliki gejala yang jauh berbeda dengan influenza biasa. Penderita umumnya mengalami demam, batuk, pilek, hingga nyeri tenggorokan. Namun, masa pemulihannya relatif lebih panjang dibanding flu musiman. “Perbedaannya ada pada durasi. Flu biasa biasanya membaik dalam waktu satu minggu, sementara superflu bisa berlangsung lebih lama,” katanya.

Kendati demikian, Dinkes Kaltim menegaskan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk panik. Hingga kini, pemantauan rutin di fasilitas layanan kesehatan menunjukkan situasi yang masih terkendali. Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta berperan aktif menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Kebiasaan mencuci tangan, menggunakan masker saat mengalami gejala sakit, menjaga pola makan bergizi, serta memastikan daya tahan tubuh tetap optimal menjadi langkah sederhana namun efektif menekan risiko penularan. “Perlindungan terbaik adalah kesadaran masyarakat. Dengan deteksi dini dan perilaku hidup sehat, potensi penyebaran penyakit pernapasan dapat diminimalkan,” tutup Jaya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *