KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Inspektorat Daerah Kota Samarinda menepis isu anggaran “fantastis” dalam proyek perluasan lahan parkir yang sempat menjadi perbincangan publik. Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Daerah Kota Samarinda, Firdaus Akbar, menegaskan bahwa nilai proyek tidak sebesar yang beredar. Besarannya pun telah melalui kajian teknis.
Firdaus menjelaskan, angka Rp2,8 miliar yang jadi sorotan merupakan pagu anggaran dalam dokumen perencanaan tahun 2025. Bukan nilai realisasi pekerjaan di lapangan. “Yang jelas realisasinya itu sekitar Rp1 miliar lebih dan itu sudah melalui kajian serta perhitungan teknis,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Proyek tersebut, kata dia, bukan kebijakan baru, melainkan telah dirancang sejak 2022 sebagai bagian dari pengembangan kawasan Balai Kota Samarinda dengan konsep parkir terintegrasi antar perangkat daerah. “Ini sudah direncanakan sejak lama karena aktivitas di kawasan Inspektorat dan sekitarnya cukup tinggi. Jadi memang butuh fasilitas parkir yang memadai,” jelasnya.
Kebutuhan tersebut dinilai mendesak mengingat di kawasan itu. selain kantor Inspektorat, terdapat sejumlah kantor strategis seperti Bapperida, BPKAD, hingga TWAP. Selain itu, kondisi Jalan Dahlia yang sempit dan satu arah kerap memicu kepadatan kendaraan.
Firdaus juga memastikan bahwa konstruksi parkir dibangun sesuai standar teknis. Struktur beton sebagai dasar dan lapisan aspal di bagian atas.“Itu sudah sesuai standar pembangunan parkir perkantoran,” ujarnya.
Proyek yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 tersebut kini telah rampung dan telah melalui proses pemeriksaan dengan tingkat kesesuaian di atas 90 persen. “Tingkat kesesuaiannya di atas 90 persen, bahkan saya sendiri yang memimpin pengawasannya,” ungkapnya.
Dari sisi kapasitas, lahan parkir tersebut mampu menampung sekitar 30 kendaraan roda empat secara normal, bahkan bisa mencapai 40 unit dengan pengaturan tertentu. Fasilitas ini juga dirancang untuk mendukung sistem parkir bersama antar kantor di lingkungan Balai Kota.
Lebih lanjut, Firdaus menegaskan proyek ini memiliki urgensi tinggi baik dari sisi kemanfaatan maupun efisiensi anggaran yang telah diperhitungkan secara matang. “Artinya ini penting, dan dari sisi nominal sudah melalui perhitungan teknis. Hasilnya sesuai dengan kebutuhan.” demikian Firdaus. (mell)