merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Prabowo Sentil Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Rudy Mas’ud: Sudah Dikembalikan ke Kas Daerah

whatsapp image 2026 03 21 at 12.48.22
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Presiden Prabowo Subianto mengkritik belanja anggaran pemerintah daerah yang dinilai tidak produktif. Dia bahkan menyinggung pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar. Sorotan itu muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah.

Dalam sesi tanya jawab di Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026), Presiden menyebut ada pengadaan mobil dinas Gubernur dengan nilai mencapai Rp8 miliar, sementara di sisi lain masih banyak kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat yang perlu diprioritaskan.

Menanggapi kritik orang nomor satu di Indoenesia itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan kendaraan dinas yang sebelumnya direncanakan telah lebih dulu dikembalikan. “Berkaitan dengan statement Bapak Presiden tentunya mengingatkan kepada semua kepala daerah di seluruh Indonesia bahwa efisiensi sangat menjadi penting,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).

Ia menjelaskan, kendaraan dinas tersebut sebenarnya telah lebih dulu dikembalikan pada Senin (2/3/2026), sementara proses administrasinya diselesaikan pada Rabu (11/3/2026). Seluruh anggaran pengadaan kendaraan tersebut telah dikembalikan ke kas daerah agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta kegiatan sosial lainnya.

“Semuanya sudah kita kembalikan kepada pemerintah, kita kembalikan ke kas daerah,” jelasnya.

Pengembalian kendaraan dinas tersebut juga telah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk transparansi pemerintah daerah.“Sudah kita sampaikan juga dengan Pak Wamen Mendagri bahwa kendaraan dinas kita sudah kembalikan,” katanya.

Rudy memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal meski tanpa kendaraan dinas baru. Untuk operasional lapangan, pihaknya menggunakan kendaraan dinas yang sudah tersedia sebelumnya maupun kendaraan pribadi. “Untuk operasional, kami menggunakan kendaraan dinas yang sudah ada. Sementara kegiatan lapangan juga dibantu kendaraan pribadi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Timur atas polemik yang sempat muncul terkait rencana pengadaan kendaraan dinas tersebut. “Sekali lagi kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur dan masyarakat Indonesia, kami mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Kami sangat mendengarkan seluruh kritik dan saran,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *