KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Dalam upaya memperkuat pelaksanaan program prioritas Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, khususnya Gratispol dan Jospol, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur terus mengintensifkan langkah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa pihaknya menitikberatkan peran pada pengentasan kemiskinan berbasis kemandirian melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP), yang menjadi salah satu komponen utama dalam Jospol.
Program ini dirancang untuk membangun motivasi berusaha di kalangan warga kurang mampu dengan memberikan dukungan agar mereka memiliki inisiatif membuka dan mengembangkan usaha sendiri.
“Tujuan kami adalah memastikan usaha yang dirintis masyarakat dapat berkembang hingga menjadi sumber pendapatan tetap. Dengan demikian, mereka mampu keluar dari kondisi kemiskinan dan tidak lagi bergantung pada bantuan,” tutur Andi pada Minggu (23/11/2025).
Pada tahun 2025, Dinas Sosial menargetkan 1.500 keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan didistribusikan merata ke 10 kabupaten dan kota se-Kaltim, atau sekitar 150 KPM pada masing-masing wilayah.
Beberapa daerah seperti Kutai Barat, Bontang, serta Penajam Paser Utara telah memperoleh penyaluran bantuan, sementara Kutai Kartanegara dijadwalkan menerima dukungan serupa pada pekan ini.“Daerah lainnya akan mendapatkan giliran sesuai jadwal yang telah kami susun,” imbuhnya.
Selain memperkuat Jospol melalui program pemberdayaan ekonomi, Dinas Sosial juga berperan signifikan dalam mendukung Gratispol, khususnya terkait pendataan dan verifikasi masyarakat miskin serta kelompok rentan.
Keakuratan data sosial menjadi pondasi penting untuk memastikan berbagai bentuk bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran. Dengan mengintegrasikan program UEP, pembaruan data sosial yang komprehensif, dan kerja sama lintas sektor, Dinas Sosial Kaltim berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap visi misi Gubernur dalam mewujudkan Kalimantan Timur yang inklusif, berkeadilan, dan sejahtera melalui implementasi Gratispol dan Jospol.
“Program Gratispol bersifat universal dan dapat diakses seluruh masyarakat Kaltim. Namun demikian, kami tetap memastikan bahwa data warga miskin diperbarui secara berkala sehingga siap digunakan untuk berbagai program afirmatif, termasuk bantuan premi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” ujar Andi.(Adv/DiskominfoKaltim/ns)