KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Ikatan Keluarga Manggarai Barat (IKAMBA) Provinsi Kalimantan Timur resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2031. Momentum ini sekaligus menjadi penegasan arah gerak organisasi dalam memperkuat solidaritas diaspora Manggarai di Benua Etam. Pelantikan IKAMBA oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.
Ketua Umum IKAMBA Kaltim yang baru dilantik, Paulinus Dugis, menegaskan bahwa kepengurusan yang baru harus mampu menjalankan organisasi secara aktif dan berdampak bagi anggota.
“Seluruh pengurus yang dilantik hari ini harus benar-benar bekerja, menjalankan roda organisasi ini dengan baik ke depan,” ujarnya usai pelantikan, Kamis malam (14/5/2026).

Dalam arahannya, Paulinus menyebut IKAMBA telah menyiapkan sejumlah program unggulan yang akan menjadi prioritas ke depan. Salah satunya adalah program G100 yang baru diluncurkan.
“G100 ini adalah gerakan anggota IKAMBA untuk rutin mengumpulkan Rp100 ribu sebagai bagian dari pembangunan rumah bersama IKAMBA,” jelasnya.
Ia menekankan, rumah bersama tersebut bukan milik individu, melainkan menjadi simbol kebersamaan seluruh anggota IKAMBA di Kalimantan Timur.
Selain itu, IKAMBA juga terus menjalankan program di bidang pendidikan melalui kegiatan “Pesta Sekolah” yang selama ini telah membantu anggota yang memiliki keterbatasan biaya pendidikan. “Kalau ada anggota yang kesulitan biaya pendidikan, kita lakukan pengumpulan dana. Hasilnya bisa puluhan juta, bahkan pernah sampai Rp80 juta,” ungkap Paulinus.
Kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, dalam pelantikan tersebut turut menjadi sinyal dukungan pemerintah terhadap keberadaan organisasi kemasyarakatan di daerah.
Seno Aji menyebut, jumlah warga Manggarai Barat di Kalimantan Timur cukup besar dan menjadi bagian penting dari masyarakat. “Kurang lebih ada 22 ribu warga Manggarai Barat yang sudah ber-KTP Kaltim dan tentu menjadi bagian dari penduduk kita,” katanya.
Ia menilai, keberadaan IKAMBA harus mampu menjadi wadah yang memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga stabilitas daerah. “Kita minta mereka ikut melestarikan budaya lokal, bergotong royong, dan bersama-sama menjaga Kaltim tetap kondusif,” ujarnya.
Berdasarkan data internal organisasi, jumlah anggota IKAMBA yang terdata saat ini sekitar 6.000 orang, dengan 54 pengurus yang resmi dilantik pada periode ini. Dengan kekuatan tersebut, IKAMBA diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Organisasi seperti ini penting untuk menjaga kebersamaan, sekaligus mendorong Kaltim menjadi daerah yang maju dan sejahtera.” tutup Seno Aji. (mell)