merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Mobilitas Warga Kaltim Tinggi, Penumpang Pesawat dan Kapal Laut Meningkat

img 20251215 wa0006
Ruang Tunggu Bandara APT Pranoto yang dipadati penumpang yang ingin melakukan perjalanan ke luar daerah via udara (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Aktivitas mobilitas masyarakat Kalimantan Timur menunjukkan tren peningkatan pada Oktober 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat kenaikan jumlah penumpang baik pada sektor angkutan udara domestik maupun angkutan laut dalam negeri, seiring meningkatnya pergerakan orang dan distribusi barang antarwilayah.

Pada sektor angkutan udara domestik, jumlah penumpang yang berangkat dan datang melalui bandara-bandara di Kalimantan Timur mencapai 239.300 orang. Angka tersebut meningkat 9,15 persen dibandingkan September 2025. Kenaikan ini terjadi secara merata di seluruh bandara yang beroperasi di wilayah Kaltim, meskipun dengan persentase yang berbeda-beda.

Peningkatan tertinggi tercatat di Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat, dengan pertumbuhan penumpang mencapai 17,93 persen. Disusul Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan yang mencatat kenaikan 9,76 persen, Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda sebesar 9,63 persen, Bandara Datah Dawai Mahakam Ulu 2,28 persen, serta Bandara Kalimarau Berau sebesar 1,76 persen.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Yusniar Juliana, menyampaikan, hingga kini Bandara Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda masih menjadi simpul utama pergerakan penumpang udara domestik di provinsi tersebut.

“Bandara Sepinggan dan APT Pranoto masih mendominasi pergerakan penumpang udara domestik di Kalimantan Timur,” ujar Yusniar dalam keterangan resminya, Senin (15/12/25).

Secara rinci, Bandara Sepinggan Balikpapan melayani 181.177 penumpang atau sekitar 75,71 persen dari total penumpang udara domestik. Sementara Bandara APT Pranoto Samarinda melayani 38.375 penumpang atau setara 16,04 persen dari keseluruhan penumpang.

Tak hanya angkutan udara, sektor angkutan laut dalam negeri juga menunjukkan peningkatan. Pada Oktober 2025, jumlah penumpang angkutan laut tercatat sebanyak 39.648 orang atau naik 4,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh bertambahnya jumlah penumpang di Pelabuhan Samarinda sebesar 13,37 persen dan Pelabuhan Semayang Balikpapan sebesar 4,13 persen. Sebaliknya, Pelabuhan Bontang Lok Tuan justru mengalami penurunan penumpang sebesar 8,03 persen.

Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri sepanjang Januari hingga Oktober 2025 meningkat 21,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, volume angkutan barang melalui jalur laut pada Oktober 2025 mencapai 9.733,60 ribu ton, atau naik 3,70 persen secara bulanan. Peningkatan terbesar terjadi di Pelabuhan Sangatta, Kariangau, dan Bontang. Meski demikian, beberapa pelabuhan seperti Tanjung Redeb dan Samarinda mencatat penurunan volume angkutan.

BPS menilai tren ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur, sekaligus menunjukkan peran strategis transportasi udara dan laut sebagai penghubung utama antarwilayah di provinsi tersebut. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *