KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Berbulan-bulan menjadi keluhan pengguna jalan akibat minim penerangan pada malam hari, kawasan Jembatan Mahkota II (Jembatan Achmad Amins) akhirnya bersiap kembali terang.
Pemerintah Kota Samarinda memastikan pekerjaan perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di jembatan tersebut mulai dikerjakan pada bulan depan.
Kabar tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar usai menerima pemaparan dari Dinas Perhubungan Samarinda. Menurutnya, perbaikan LPJU Mahkota II telah masuk dalam agenda pekerjaan prioritas karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.
“Insyaallah bulan depan sudah mulai dikerjakan lampu jalan utamanya. Ini memang menjadi salah satu atensi Komisi III karena banyak kejadian yang tidak kita inginkan terjadi di sepanjang Jembatan Mahkota II,” ujarnya.
Selama beberapa bulan terakhir, sebagian ruas Jembatan Mahkota II nyaris tenggelam dalam gelap setelah jaringan penerangan mengalami kerusakan akibat pencurian kabel. Kondisi tersebut berulang kali memicu kekhawatiran masyarakat, terutama pengendara yang melintas pada malam hingga dini hari.
Deni menilai pemulihan penerangan di jembatan penghubung kawasan Samarinda Seberang dan Palaran itu tak lagi bisa ditunda. Selain menjadi salah satu akses vital, keberadaan LPJU juga berperan penting mengurangi potensi kecelakaan maupun tindak kriminalitas.
Perbaikan di Mahkota II, kata dia, menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kondisi penerangan jalan di Samarinda. DPRD turut menyoroti masih adanya sejumlah ruas protokol yang minim pencahayaan, seperti Jalan Pahlawan, Jalan Sutomo, hingga Jalan S. Parman.
“Jangan sampai wajah kota justru masih menyisakan ruas-ruas utama yang gelap. Apalagi beberapa tiang lampunya juga sudah tidak layak dan memang waktunya diremajakan,” katanya.
Ia berharap dimulainya pekerjaan LPJU Mahkota II menjadi awal percepatan penataan penerangan jalan di Samarinda, sehingga pelayanan dasar bagi masyarakat tidak lagi tertunda oleh persoalan teknis maupun penyesuaian anggaran.
“Yang paling penting sekarang, masyarakat segera merasakan manfaatnya. Jangan sampai fasilitas yang sangat mendasar seperti penerangan jalan justru terus menunggu,” tutupnya. (mell/Adv34/dprdsamarinda)