KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Kota Tepian perlahan menghadapi konsekuensi dari ledakan jumlah kendaraan bermotor. Ketika populasinya nyaris menyamai jumlah penduduk, ruang jalan semakin sesak, kebutuhan parkir terus membengkak, sementara pilihan transportasi publik masih nyaris tak berkembang.
Fenomena itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kota ini tak bisa lagi bergantung pada kendaraan pribadi.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai sudah saatnya pemerintah mulai menggeser orientasi pembangunan transportasi menuju layanan angkutan massal yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas warga.
Hampir 800 ribu kendaraan roda dua dan roda empat kini tercatat beroperasi di Samarinda. Angka tersebut membayangi jumlah penduduk kota, sebuah situasi yang, bila dibiarkan, dikhawatirkan akan memperberat beban lalu lintas sekaligus memperumit persoalan parkir di berbagai kawasan perkotaan.
“Jumlah kendaraan roda dua dan roda empat di Kota Samarinda itu hampir sama, bahkan mendekati jumlah penduduk. Bayangkan kalau semuanya turun ke jalan bersamaan, mau parkir di mana?” ujarnya.
Menurut Deni, penambahan ruas jalan bukan lagi satu-satunya jawaban. Laju pertumbuhan kendaraan bergerak jauh lebih cepat dibanding kapasitas infrastruktur yang tersedia. Tanpa pilihan moda transportasi lain, masyarakat praktis tidak memiliki alternatif selain terus menambah kendaraan pribadi.
Di titik itulah, kehadiran transportasi massal menjadi kebutuhan yang tak lagi bisa ditawar. Selain mengurangi kepadatan kendaraan di jalan, moda transportasi publik juga diyakini mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan parkir yang kian kompleks di Kota Tepian.
“Kalau tidak ada moda transportasi massal, masyarakat mau menggunakan apa? Sementara penambahan ruas jalan juga terbatas. Akhirnya semua orang tetap memakai kendaraan pribadi,” katanya.
Deni berharap penyediaan transportasi massal mulai diwujudkan dalam program pemerintah kota tahun depan.
Baginya, layanan tersebut bukan semata proyek pembangunan, melainkan bagian dari pelayanan dasar yang semestinya hadir seiring pertumbuhan sebuah kota.
“Kita berharap tahun depan pemerintah kota sudah mulai menyiapkan layanan transportasi massal. Ini merupakan bagian dari pelayanan publik yang memang harus dipenuhi agar masyarakat memiliki pilihan selain kendaraan pribadi,” pungkasnya. (mell/Adv36/dprdsamarinda)