merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Lewat Jospol, Kaltim Genjot Standarisasi dan Diversifikasi Desa Wisata

img 20251127 wa0009
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Wisata Dinas Pariwisata Kaltim, Angit Ding. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menempatkan Program Jospol sebagai motor utama dalam percepatan pembangunan desa wisata. Melalui program ini, standar pengembangan desa wisata diperkuat agar setiap desa mampu menghadirkan lebih dari dua destinasi unggulan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi lokal.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Wisata Dinas Pariwisata Kaltim, Angit Ding, menyebut integrasi desa wisata ke dalam Jospol menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan pariwisata desa berjalan terukur.

Ia menegaskan bahwa Jospol tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga membangun kapasitas desa agar tumbuh menjadi desa mandiri. Menurut Angit, desa wisata kini diarahkan menjadi pusat ekonomi kreatif yang dikelola langsung oleh masyarakat.

Untuk memperkuat posisi itu, pemerintah tengah menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Desa Wisata sebagai rujukan hukum yang akan mengatur arah pengembangan secara menyeluruh.

“Penguatan melalui Jospol dan Pergub ini memastikan desa wisata tumbuh dengan visi pemberdayaan, bukan sekadar lokasi rekreasi,” jelasnya, Kamis (27/11/2025).

Dalam kerangka Jospol, diversifikasi destinasi menjadi elemen penting. Desa didorong menggali potensi alam, budaya, sejarah, hingga produk kreatif agar ekonomi lokal tidak bergantung pada satu objek wisata saja.

Pendekatan ini diharapkan memberi ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas usaha. Penerapan Jospol juga menempatkan digitalisasi, peningkatan layanan, dan inovasi produk lokal sebagai indikator wajib agar desa wisata Kaltim mampu bersaing.

Melalui program ini, pemerintah memastikan desa memiliki kemampuan dalam promosi digital, pengelolaan destinasi berbasis standar, serta pengembangan ekonomi kreatif yang bernilai jual tinggi.

Di sisi lain, Bumdes dan UMKM menjadi pilar pelaksana di lapangan. Bumdes didorong mengambil peran sebagai pengelola destinasi, sementara UMKM diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan melalui produk khas desa, kuliner lokal, hingga layanan pendukung lainnya. “Sinergi antara Bumdes dan UMKM harus solid. Pemerintah terus memberikan pelatihan dan pendampingan agar pengelolaan wisata berjalan profesional dan berkelanjutan,” tambah Angit.

Melalui penguatan Jospol dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, Kaltim optimistis desa wisata dapat menjadi penghasil lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan desa, dan membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat. Infrastruktur, promosi, dan digitalisasi juga terus dipacu agar desa wisata Kaltim semakin kompetitif secara nasional. (Adv/DiskominfoKaltim/ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *