KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berdampak langsung pada penyelenggaraan sejumlah kegiatan seni dan budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kutim ke-25.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kutim, Fadliansyah Budi, mengakui, sektor kebudayaan turut terdampak dari kebijakan pengetatan fiskal tersebut. “Memang terkait efisiensi semua dinas terkena, ya Alhamdulillah juga di bidang kebudayaan juga kena,” ujarnya, Sabtu (15/11/25).
Efisiensi itu menyebabkan beberapa agenda festival tahunan yang biasanya digelar harus dibatalkan. “Tadinya seharusnya festival kita seperti tahun-tahun kemarin semestinya ada, tapi kan efisiensi jadi tidak diadakan,” jelasnya.
Meski begitu, Dinas Kebudayaan Kutim masih berupaya mempertahankan sebagian kegiatan agar peringatan HUT ke-25 tetap memiliki nuansa budaya. “Jadi yang tersisa kami kemarin hanya ada 4 event seni budaya, event adat yang sudah dilaksanakan 3, kemudian 1 lagi,” ungkapnya.
Fadliansyah menambahkan, dalam situasi terbatas, pihaknya tetap menjaga agar kegiatan yang memiliki nilai tradisi dan daya tarik masyarakat tidak hilang sama sekali. Ia juga memastikan, kegiatan penting seperti Festival Magic Land, salah satu agenda ikonik Kutim, tetap masuk dalam anggaran perubahan.
“Alhamdulillah kami bisa tetap mengadakan festival rutin kita yaitu Magic Land,” ujarnya.
Namun, karena persoalan teknis anggaran, pelaksanaannya terpaksa diundur. “Tapi karena anggarannya belum bergetuk maka kita mundur saja, tidak apa-apa di bulan depan yang penting tetap terlaksana,” pungkasnya.
Kebijakan efisiensi ini menjadi cermin bagaimana pemerintah daerah berupaya menyeimbangkan antara keterbatasan fiskal dan komitmen menjaga keberlanjutan kegiatan kebudayaan daerah. (adv/diskominfokutim/yud)