merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Wisata Belanja Ramadan 2026 Dibuka, Ratusan UMKM Meriahkan GOR Segiri

img 20260220 wa0021
Wali Kota Samarinda Andi Harun saat membuka Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 di GOR Segiri, Jumat (20/2/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 resmi dibuka, Jumat (20/2/2026) dan dipusatkan di kawasan GOR Segiri. Sejak hari pertama Ramadan, aktivitas perdagangan di kawasan tersebut sudah tampak ramai. Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas. Pengunjung mulai memadati lokasi sejak pukul 15.00 Wita.

Deretan lapak yang menjajakan takjil, makanan berat, hingga minuman segar dipadati pembeli sejak sore hari. Tahun ini jumlah pedagang meningkat menjadi sekitar 150 orang, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 130 pedagang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar Ramadan bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga ruang ekonomi yang memberi peluang bagi pelaku usaha kecil.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa GOR Segiri memiliki makna historis yang kuat dalam perjalanan Pasar Ramadan di Kota Tepian.

Ia menjelaskan seiring perkembangan waktu, Pasar Ramadan hadir di berbagai titik di Samarinda. Meski demikian, keberadaan di GOR Segiri tetap memiliki nilai tersendiri. “Setiap tahun kegiatan ini selalu digelar karena sudah menjadi bagian dari cerita yang tidak bisa dihapus dan sudah menjadi bagian dari sejarah Samarinda itu sendiri,” katanya.

Selain sebagai ruang ekonomi dan budaya, pembukaan Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 juga menjadi momentum percepatan transformasi sistem pembayaran. Pemerintah kota mendorong penggunaan transaksi non-tunai di area pasar sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan global.

“Kita melihat kecenderungan saat ini bahwa transaksi non-tunai sudah menjadi tren global yang tidak bisa diingkari atau dihindari,” jelasnya.

Menurutnya, Pasar Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar masyarakat dan pelaku usaha siap menghadapi perubahan sistem transaksi yang semakin digital. “Momentum Pasar Ramadan dijadikan sebagai sarana edukasi sekaligus implementasi digitalisasi pembayaran bagi warga Samarinda,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan ketika sistem non-tunai semakin dominan secara global, masyarakat Samarinda diharapkan telah terbiasa dan mampu beradaptasi. “Semua metode non-tunai dapat digunakan. Yang terpenting adalah mendorong penggunaan transaksi non-tunai dalam aktivitas jual beli di Pasar Ramadan,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *