KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Upaya pengendalian banjir di Kota Samarinda tidak lagi dilakukan secara parsial. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) menegaskan penanganan banjir harus menyentuh seluruh aliran sungai yang bermuara ke Sungai Karang Mumus.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR-PERA Kaltim, Runandar, menjelaskan hampir seluruh alur Karang Mumus sudah dinormalisasi. Dari total panjang 17,5 kilometer, sebanyak 16,5 kilometer atau 94 persen berhasil dikerjakan. Tahun ini, sisa sepanjang 966 meter ditargetkan rampung.
“Semua sungai di Samarinda bermuara ke Karang Mumus sehingga penanganan tidak bisa parsial. Normalisasi harus menyeluruh,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Normalisasi Karang Mumus dilakukan berdasarkan desain 2017 dengan target lebar antara 25 hingga 40 meter. Namun, Pemprov juga memperluas pekerjaan ke sejumlah anak sungai yang dianggap berkontribusi terhadap banjir. Tahun 2025, kegiatan tersebut meliputi Sungai Sambutan sepanjang 2,5 kilometer, Sungai Sempaja di sekitar Stadion Kadrie Oening sepanjang 1 kilometer, Sungai Karang Asam Besar 1 kilometer, serta Sungai Loa Hui – Loa Janan sepanjang 750 meter. Normalisasi juga menyasar kawasan genangan prioritas di Bendali HM. Ardan.
Berdasarkan data PUPR-PERA Kaltim, total anggaran pengendalian banjir di Samarinda tahun ini mencapai Rp25,4 miliar. Dana tersebut terbagi dalam enam paket pekerjaan, termasuk pembangunan drainase di Jalan Pramuka – Perjuangan.
Pemprov turut menggandeng TNI melalui skema swakelola tipe II. Kehadiran aparat dianggap penting agar menjembatani komunikasi dengan warga terdampak, terutama di kawasan padat penduduk. “Selain kemampuan teknis, TNI memiliki pendekatan sosial melalui Babinsa. Itu penting agar program bisa berjalan tanpa menimbulkan gejolak,” ungkapnya.
Meski anggaran cukup besar, pekerjaan normalisasi dilakukan secara bertahap agar tidak terkonsentrasi hanya pada satu titik. “Kalau semua dikerjakan sekaligus, dana tidak cukup. Karena itu, kita bagi ke beberapa lokasi yang menjadi prioritas banjir,” tandasnya.(yud)