merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pembinaan Atlet Samarinda Cuma Ditopang Rp100 Juta, DPRD Dorong Tambahan Anggaran

whatsapp image 2026 07 06 at 12.33.50
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto/mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Keterbatasan anggaran membuat program pembinaan atlet di Kota Samarinda belum bisa berjalan maksimal. Sepanjang 2026, anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan atlet hanya sekitar Rp100 juta sehingga kegiatan peningkatan kemampuan atlet dilakukan secara terbatas.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan alokasi tersebut hanya mampu membiayai program-program dasar. Kondisi itu membuat pembinaan tetap berlangsung, namun belum menyentuh pengembangan yang lebih kompetitif.

“Program pengembangan atlet itu tetap berjalan seperti biasa dengan keterbatasan. Dananya cuma sedikit saja, sekitar Rp100 sekian juta. Jadi tidak begitu besar, hanya untuk peningkatan skill yang sifatnya mendasar,” ujarnya di Gedung DPRD Samarinda belum lama ini.

Minimnya anggaran tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet. Menurut Novan, hampir seluruh bidang di Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora Par) Samarinda mengalami keterbatasan serupa sehingga banyak program yang belum dapat dijalankan secara optimal.

Akibatnya, ruang gerak organisasi perangkat daerah tersebut menjadi sempit, padahal kebutuhan pembinaan olahraga terus meningkat seiring tuntutan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

“Kendalanya memang ada di anggaran. Hampir semua bidang ruang geraknya jadi terbatas karena kemampuan pembiayaan yang kecil, sehingga banyak potensi program yang akhirnya ikut terpangkas,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, DPRD mendorong Pemerintah Kota Samarinda menambah alokasi anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026. Tambahan dana dinilai penting agar persiapan menghadapi agenda olahraga pada akhir tahun tidak terganggu.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian ialah Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Porkorpris) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

“Usulannya memang sudah ada. Yang paling mendesak hari ini adalah penambahan anggaran di APBD Perubahan untuk persiapan Porkorpris bulan November nanti. Kalau untuk kebutuhan yang lebih besar, tentu akan kita dorong lagi pada pembahasan anggaran 2027,” pungkas Novan. (mell/Adv20/dprdsamarinda)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *