KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat hilirisasi kelapa sawit sebagai strategi utama industrialisasi daerah. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan crude palm oil (CPO) mentah dan mulai masuk ke industri turunan bernilai tambah tinggi. .
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan, arahan ini datang langsung dari Bupati Kutim. “Kami tidak ingin Kutim terus menjual CPO apa adanya. Daerah harus mendapatkan nilai tambah, dan itu hanya bisa dicapai melalui hilirisasi,” ujarnya, Minggu (16/11/2025)
Nora menilai Kutim memiliki potensi besar karena memiliki luas perkebunan sawit dan produksi CPO yang stabil sepanjang tahun. Peluang hilirisasi mencakup industri minyak goreng lokal, margarin, hingga bahan baku kosmetik yang memiliki pasar global.
Jika hilirisasi berjalan optimal, dampaknya akan signifikan: tenaga kerja terserap lebih banyak, industri kecil menengah (IKM) ikut tumbuh, dan pendapatan asli daerah (PAD) meningkat. “Hilirisasi bukan hanya sektor industri, tapi juga multiplier effect ekonomi daerah,” katanya.
Namun tantangan tetap ada. Pengembangan hilirisasi membutuhkan investasi besar, kawasan industri terintegrasi, hingga regulasi yang kondusif. Pemerintah kini tengah memetakan kawasan industri dan mengundang investor untuk masuk. “Kita perlu ekosistem yang mendukung,” jelasnya.
Program hilirisasi ini menjadi salah satu dari 50 program prioritas Bupati Kutim dalam pembangunan ekonomi. Pemerintah ingin Kutim naik kelas sebagai pusat industri agro berbasis perkebunan. (adv/diskominfokutim/yud)