merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Ketangguhan Keluarga Jadi Cermin Kemajuan Daerah, Pesan Wakil Ketua DPRD pada HUT Kutim ke-26

whatsapp image 2025 10 13 at 14.28.18 ba77771e
Wakil Ketua II DPRD Kutim, Prayunita Utami, bersama sang suami, Ibnu Yusmara, saat menghadiri perayaan HUT Kutim

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membawa makna mendalam bagi masyarakat setempat. Tema “Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” yang diusung tahun ini dianggap bukan sekadar slogan. Namun, membawa pesan penting yang bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kutim, Prayunita Utami, bersama sang suami, Ibnu Yusmara, saat menghadiri perayaan HUT Kutim pada Senin (13/10/25). Keduanya kompak menyebut bahwa semangat membangun daerah berawal dari kekuatan unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.

“Tema HUT kita kali ini sangat relevan, bukan hanya untuk kemajuan daerah, tetapi juga untuk fondasi berumah tangga dan bermasyarakat. Dalam situasi apa pun, kita harus tangguh, tidak mudah menyerah. Harus mandiri, tidak selalu bergantung pada orang lain. Dan harus berdaya saing, terus berinovasi agar tidak tertinggal,” ujar Pray, sapaan akrabnya.

Bagi Ibnu, yang berprofesi sebagai pengusaha, kehidupan keluarga juga merupakan cerminan dari tantangan membangun daerah. Ia menilai dinamika dalam rumah tangga dan usaha menjadi latihan nyata dalam membentuk pribadi yang kuat dan adaptif.

“Saya merasakan betul pasang surutnya. Ada masa sulit, tetapi dengan ketangguhan dan kemandirian, kita bisa mencari solusi. Juga harus berdaya saing, menciptakan nilai lebih dari yang lain. Prinsip yang sama saya lihat diterapkan istri saya dalam mengemban tugas di DPRD untuk membangun daerah,” ungkap Ibnu.

Prayunita menambahkan, ketangguhan bukan berarti berjalan sendiri. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antar pihak dalam membangun Kutai Timur. “Ketangguhan justru tentang kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi. Kolaborasi antara legislatif dan eksekutif, serta dukungan masyarakat, adalah bentuk ketangguhan kolektif yang dibutuhkan Kutim untuk melompat lebih jauh,” ujarnya.

Dirnya menilai kemandirian menjadi kunci agar daerah tidak bergantung pada pihak luar. “Mandiri di sini artinya kita mampu mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki. Kutim kaya akan sumber daya alam dan manusia. Artinya dengan kemandirian, kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam membangun daerah sendiri,” tegasnya.

Ditambahkan Ibnu, daya saing lahir dari konsistensi dalam bersikap tangguh dan mandiri. Ia mengingatkan pentingnya etos kerja dan inovasi agar masyarakat Kutim mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. “Era sekarang menuntut siapa saja untuk cepat beradaptasi. Baik dalam bisnis maupun pelayanan publik, kita harus bisa memberikan nilai tambah. Jika tidak, maka kita akan ditinggalkan. Inilah yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Keduanya sepakat, setiap keluarga memiliki peran penting sebagai fondasi pembangunan daerah. “Kini, saatnya kita tunjukkan bahwa kita adalah masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap berdaya saing dalam situasi apa pun,” pungkas Pray dengan penuh semangat. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *