KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Keluhan soal tempias air hujan di kawasan Pasar Pagi Samarinda akhirnya mulai ditindaklanjuti Pemerintah Kota Samarinda. Setelah beberapa waktu dikeluhkan pedagang maupun pengunjung, Pemkot kini menyiapkan pemasangan sliding door atau pintu geser di sejumlah titik bangunan yang rawan diterpa angin dan tampias hujan.
Asisten II Sekretaris Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, memastikan anggaran penanganan tempias tersebut telah disiapkan melalui skema pergeseran anggaran tahun ini. “Anggarannya sudah kita siapkan di pergeseran tahun ini. Semua persiapan juga sudah dilakukan, termasuk perencanaannya,” ujarnya, Jum’at (8/5/2026).
Menurutnya, konsep penanganan yang dipilih ialah pemasangan sliding door atau pintu geser di sejumlah titik pasar yang dinilai rawan terkena tempias. Namun hingga kini proses pengadaan belum berjalan karena masih menunggu tahapan administrasi dan penganggaran resmi.
“Belum bisa langsung pesan barang, karena semua ada aturannya. Setelah anggaran tersedia baru dilakukan lelang,” katanya.
Marnabas menjelaskan, sejak awal desain Pasar Pagi memang dihadapkan pada dilema antara kebutuhan sirkulasi udara dan perlindungan bangunan dari tampias hujan. Ia menyebut, pada tahap pembangunan sebelumnya, Pemkot bahkan sempat mendatangkan ahli tata udara agar area pasar tetap memiliki ventilasi yang baik dan tidak pengap.
“Dulu kita ingin menutup itu, tapi di sisi lain pasar juga perlu udara. Makanya waktu itu didatangkan ahli udara. Yang tidak terpikir ternyata angin deras bisa masuk,” jelasnya.
Persoalan tempias baru benar-benar muncul setelah bangunan mulai ditempati pedagang. Karena itu, penanganan tambahan kini harus dilakukan melalui penguatan fasilitas penutup bangunan. “Kalau waktu pembangunan dulu sudah muncul tempias, pasti langsung kita adendum,” ucapnya.
Meski begitu, Marnabas memastikan persoalan yang terjadi bukan berasal dari kerusakan struktur utama bangunan pasar dan masih dapat diatasi. “Yang penting bukan masalah struktur. Kalau struktur itu bahaya. Ini masih bisa ditangani,” tegasnya.
Saat ini, penempatan anggaran penanganan tempias masih dibahas antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perdagangan (Disdag), menyesuaikan kewenangan teknis pembangunan maupun pengelolaan pasar.
Lebih lanjut, Pemkot Samarinda menargetkan penanganan tempias di Pasar Pagi dapat diselesaikan tahun ini agar aktivitas perdagangan dan kenyamanan pengunjung tidak lagi terganggu saat hujan turun. “Tahun ini harus selesai. Tidak terlalu rumit itu kalau hanya membangun sliding door.” pungkas Marnabas. (mell)