merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Efisiensi Anggaran Pangkas Perjalanan Religi Pemprov Kaltim, Peserta Anjlok dari 870 Jadi Belasan

whatsapp image 2026 07 14 at 08.43.52
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Program Perjalanan Religi yang selama ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada marbot, penjaga rumah ibadah, dan tokoh keagamaan tetap dipertahankan pada 2026. Namun, jumlah penerima manfaat menyusut drastis akibat penyesuaian anggaran.

Jika pada 2025 program tersebut mampu memberangkatkan sekitar 870 peserta, tahun ini kuota yang disiapkan baru sekitar 14 orang untuk masing-masing kategori perjalanan ibadah. Pemprov pun membuka peluang penambahan kuota melalui pembahasan APBD Perubahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengakui kebijakan tersebut merupakan konsekuensi dari penyesuaian anggaran yang dilakukan pemerintah daerah.

“Volume pesertanya memang berkurang. Itu pilihan yang harus kita lakukan ketika program-program lain juga tetap harus dijalankan,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Meski kuota peserta dipangkas, Pemprov Kaltim memastikan besaran bantuan bagi setiap peserta tetap dipertahankan.

Saat dikonfirmasi apakah nilainya masih berada di kisaran Rp35 juta per orang, Sri Wahyuni menyebut angkanya kurang lebih masih sama dengan tahun sebelumnya.

“Kurang lebih masih sama. Yang berubah hanya jumlah orangnya, volumenya saja. Doakan mudah-mudahan ke depan kita bisa menambah lagi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Setdaprov Kaltim), Dasmiah, menjelaskan kuota tahun ini memang jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya karena dampak efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.

“Tahun ini memang belum dianggarkan seperti tahun kemarin. Sekarang masih sesuai kuota masing-masing sekitar 14 orang karena ada efisiensi anggaran,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya telah mengusulkan penambahan kuota dalam pembahasan APBD Perubahan. Harapannya, jumlah peserta dapat meningkat meski belum tentu kembali seperti tahun sebelumnya.

“Kami sudah mengajukan penambahan, minimal separuh dari kuota tahun kemarin. Nanti bagaimana kelanjutannya, itu akan dibahas lagi,” ujarnya.

Dasmiah menambahkan, penyesuaian anggaran lebih banyak menyasar program perjalanan ibadah karena manfaatnya bersifat individu.

Sementara sejumlah program prioritas lain yang berdampak langsung pada indikator kinerja pemerintah tetap dipertahankan.

“Program lain tetap berjalan. Mungkin pertimbangannya karena perjalanan ibadah ini manfaatnya lebih kepada individu, sehingga dilakukan penyesuaian volume peserta,” demikian Dasmiah. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *