merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kemarau Diprediksi Berlanjut hingga September, BPBD Samarinda Minta Warga Siapkan Cadangan Air

whatsapp image 2026 08 19 at 17.31.17
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Kemarau yang diprediksi masih berlangsung hingga September membuat BPBD Samarinda meminta masyarakat mulai menyiapkan cadangan air bersih sejak kondisi masih normal. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika pasokan air di sejumlah wilayah mulai terbatas.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan pihaknya bersama Perumdam Tirta Kencana Samarinda tengah mengidentifikasi kawasan yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih, terutama wilayah yang belum terjangkau jaringan perpipaan.

“Kita juga mengundang PDAM tadi berkaitan dengan mengidentifikasi titik-titik daerah yang kemungkinan terjadi kelangkaan air bersih atau tidak terjangkau dengan pipa yang ada,” kata Suwarso usai mengikuti Rapat Koordinasi Antisipasi Dampak El Nino di Kantor Bapenda Samarinda, Rabu (19/8/2026).

Dalam rapat tersebut, BMKG menyampaikan Agustus menjadi periode dengan suhu paling panas. Kondisi kemarau masih berlangsung hingga September, sementara tingkat kekeringan mulai menurun pada Oktober.

Kendati demikian, Suwarso menyebut kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi hingga akhir tahun.

“Bahkan tadi dari BMKG menyampaikan sampai Desember, walaupun tingkat kekeringannya sudah mulai menurun di Oktober,” ujarnya.

Sebab itu, ia meminta warga tidak menunggu sampai kesulitan air terjadi. Masyarakat dinilai bisa mulai menampung air ketika kondisi masih normal untuk digunakan apabila pasokan nantinya terganggu.

“Penghematan air bersih ini yang paling penting ya. Mulai menampung-menampung saja dalam kondisi masih normal begini ditampung. Jika suatu saat memang ada kesulitan, kita bisa manfaatkan tampungan yang ada,” jelasnya.

Di sisi pemerintah, BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait masih mengumpulkan data untuk menentukan wilayah yang membutuhkan suplai air.

Bantuan nantinya dapat disalurkan menggunakan mobil tangki maupun tandon yang ditempatkan secara berkelompok, misalnya di lingkungan RT atau masjid.

Skema tersebut disiapkan agar satu titik tampungan dapat dimanfaatkan bersama warga di sekitarnya, bukan dengan mengirimkan air satu per satu ke rumah.

“Kita olah sedemikian rupa dan segera kita laporkan ke Pak Wali Kota, tindakan apa yang harus dilakukan,” ucapnya.

Pemerintah juga membuka peluang melibatkan perusahaan yang memiliki mobil tangki apabila kebutuhan air bersih meningkat. Suwarso menyebut penanganan akan dilakukan dengan menggerakkan sumber daya yang tersedia melalui kolaborasi pemerintah dan pihak swasta.

“Kalau ada beberapa perusahaan yang memiliki mobil tangki, kita akan panggil untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan air bersih di daerah-daerah yang mungkin di kemarau ini kesulitan air bersih,” tutupnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *