merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Karhutla Mengganas di Kaltim, 20 Kejadian Tercatat Sehari, Paser Tembus 70 Kasus

whatsapp image 2026 08 22 at 13.26.06
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan peningkatan seiring kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat pada tanggal 19 Agustus terjadi sekitar 20 kejadian kebakaran, dengan Kabupaten Paser menjadi wilayah yang paling banyak melaporkan kejadian dalam dua hari terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi, mengatakan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena laporan dari sejumlah daerah belum seluruhnya masuk. Salah satunya Kabupaten Berau yang saat ini masih dalam proses penghimpunan data.

“Kalau kejadian hari kemarin saja ada 20-an kejadian. Itu pun beberapa daerah seperti Berau belum masuk datanya, karena kejadian itu makin banyak,” kata Buyung, Jumat (21/8/2026).

Di sisi lain, pemantauan hotspot (titik panas) juga menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Buyung menyebut jumlah hotspot berada di kisaran hampir 500 titik per hari, sehingga kesiapsiagaan di lapangan perlu terus diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas.

Dari sejumlah wilayah yang terpantau, Paser menjadi daerah dengan kejadian paling banyak. Dalam dua hari terakhir, BPBD mencatat jumlah kejadian di wilayah tersebut mencapai lebih dari 70 kasus dalam dua hari.

“Kalau di sini paling banyak kejadian di Paser, mungkin sekitar sampai 70 lebih, dari dua hari yang lalu,” ujarnya.

Meningkatnya kejadian kebakaran membuat BPBD kembali meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut juga didorong melalui surat edaran gubernur yang akan diteruskan pemerintah kabupaten dan kota hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

Buyung meminta masyarakat yang menemukan kebakaran segera melakukan pengawasan dan penanganan agar api tidak meluas. Sebab, dampak kebakaran kini mulai terasa, terutama dari asap yang muncul di sejumlah wilayah.

“Kalaupun sudah terjadi, tolong diawasi baik sehingga tidak melebar. Karena efeknya sudah mengganggu, asapnya sudah mengganggu,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kondisi yang semakin kering, Pemprov Kaltim juga tengah menyiapkan usulan operasi modifikasi cuaca (OMC). Rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut sebelum diajukan kepada pemerintah pusat, sementara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) disebut akan melakukan operasi modifikasi cuaca secara mandiri pada 22–27 Agustus 2026.

Pelaksanaan OMC oleh OIKN diharapkan turut memberikan dampak terhadap wilayah sekitar, terutama Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan. BPBD Kaltim juga masih menyusun langkah serupa untuk cakupan wilayah provinsi.

“Dari Otorita IKN, mereka dengan biaya sendiri akan melakukan operasi perubahan cuaca. Kalau tidak salah mudah-mudahan tanggal 22 sampai 27,” jelas Buyung.

Sementara itu, pemantauan terhadap kawasan perkebunan dan kehutanan terus dilakukan bersama instansi terkait. BPBD masih menunggu data lebih lanjut mengenai keberadaan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di area konsesi, namun hingga kini belum menerima laporan kebakaran di dalam kawasan konsesi perkebunan.

Untuk kondisi udara, Buyung menyebut asap terpantau tipis di beberapa wilayah, termasuk Samarinda, Kutai Kartanegara, Paser, dan Berau. Kondisi tersebut masih dipantau bersama pihak terkait, sementara penilaian mengenai keamanan jarak pandang penerbangan menjadi kewenangan pihak bandara.

“Oleh karena itu kami mohon sama masyarakat untuk tidak membakar lahan. Kalaupun sudah terjadi, tolong diawasi baik sehingga tidak melebar, karena efeknya sudah mengganggu, asapnya sudah mengganggu,” pungkas Buyung. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *