merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Hujan Tak Kunjung Turun, Rudy Mas’ud Siapkan Rekayasa Cuaca Mulai 22–27 Agustus untuk Cegah Karhutla

whatsapp image 2026 08 18 at 11.54.21
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan rekayasa cuaca jika hujan belum turun hingga 22 Agustus 2026. Langkah ini disiapkan di tengah kemarau yang mulai mengganggu distribusi kebutuhan pokok di Mahakam Ulu (Mahulu) dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rekayasa cuaca akan dilakukan pada 22-27 Agustus apabila hujan belum juga turun. Sasaran utamanya mencakup Kabupaten Berau, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara yang turut menghadapi ancaman karhutla.

“Insyaallah tanggal 22 sampai tanggal 27 jika hujan belum turun maka akan dilaksanakan rekayasa cuaca supaya hujan bisa segera turun di wilayah Kalimantan Timur, terkhusus untuk di Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat, dan juga Kutai Kartanegara. Ini berkaitan dengan karhutla,” kata Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (17/8/2026).

Rencana tersebut disampaikan setelah Pemprov Kaltim pada Senin (17/8/2026) mengirim bantuan pangan dan LPG ke Mahulu. Bantuan diarahkan terutama ke Long Apari dan Long Pahangai yang mengalami kendala distribusi akibat surutnya Sungai Mahakam.

Rudy mengatakan kemarau membawa dampak yang lebih luas dari sekadar terganggunya distribusi barang dan jasa.

“Jadi mohon doanya, yang terganggu bukan hanya distribusi barang dan jasa tetapi juga adalah kebakaran karhutla, kebakaran lahan dan hutan,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lanjutan, terutama terhadap kesehatan masyarakat.

“Ini menjadi perhatian karena lebih baik kita sibuk untuk mengantisipasi daripada kita memadamkan kebakaran ini karena banyak sekali dampak yang akan terjadi, terutama berkaitan dengan kesehatan,” tegas Rudy.

Di tengah kondisi tersebut, Rudy meminta masyarakat ikut mendoakan agar hujan segera turun. Ia berharap kemarau yang berdampak pada sejumlah wilayah Kaltim dapat segera berakhir.

“Dan mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur, khususnya yang ada di Mahakam Ulu, semoga cepat turun hujan,” pungkas Rudy. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *