merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

10 Tahun Tak Punya TPA, DLH Mahulu Sebut Anggaran Jadi Kendala Utama

whatsapp image 2026 08 16 at 12.21.18
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Kapasitas Lingkungan DLH Kabupaten Mahakam Ulu, Bira Tanyet (Foto: Orys/Kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, MAHAKAM ULU – Kabupaten Mahakam Ulu hingga kini belum memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah, meski upaya untuk membangun fasilitas tersebut telah dilakukan selama lebih dari satu dekade.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mahakam Ulu, Bira Tanyet, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam pembangunan TPA di wilayah tersebut.

“Pada prinsipnya yang sebenarnya itu pertama, kurangnya dana, kurang anggaran untuk kita membangun TPA,” ujar Bira.

Selain keterbatasan anggaran, DLH Mahakam Ulu juga menghadapi minimnya peralatan penunjang untuk mencari lokasi yang tepat bagi pembangunan TPA maupun Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Menurut Bira, pihaknya sebenarnya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik lokasi sampah di Mahakam Ulu. Namun, penanganan sampah saat ini belum mencakup seluruh wilayah lima kecamatan yang ada di kabupaten tersebut.

“Kita ini sudah ada lima kecamatan, tapi yang betul-betul kami tangani ini adalah Kampung Long Bagun, Ujoh Bilang, dan Lomo-Lomo itu ya Long Melaham,” jelasnya.

Untuk beberapa wilayah yang menjadi fokus penanganan, Bira menyebut fasilitas TPS sudah tersedia. Bahkan, sejumlah tahapan administrasi terkait fasilitas tersebut juga telah dilakukan.

“TPS-nya sudah ada, yang TPS itu sudah ada, tapi tahap-tahap pertamanya surat-suratnya sudah ada sama saya,” katanya.

Meski demikian, pembangunan dan pengelolaan fasilitas persampahan di Mahakam Ulu masih menghadapi berbagai persoalan. Bira menyebut banyaknya instansi yang berkaitan dengan pengelolaan sampah menjadi salah satu faktor yang membuat proses penanganan tidak mudah.

“Kesulitan-kesulitan itu kalau kita ceritakan kesulitannya banyak sekali, karena instansi yang terkait dengan ini terlalu banyak,” ungkapnya.

Selain persoalan anggaran, peralatan, dan koordinasi antarinstansi, DLH juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah, termasuk terkait TPH, TPS, dan limbah B3.

“Yang kedua, kesadaran masyarakat ini tentang TPH, TPS B3 ini sangat-sangat kurang sekali,” pungkas Bira. (mzhra/Adv28/mahakamulu)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *