merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal Saat Perbaiki Klotok di Samarinda, Sempat Dikira Pingsan

whatsapp image 2026 08 20 at 12.34.53
Petugas Polresta Samarinda saat mengecek lokasi pria 58 tahun yang ditemukan meninggal saat memperbaiki klotok di Samarinda Seberang. (Foto: Ist/Humas Polresta Samarinda)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Seorang pria berusia 58 tahun ditemukan meninggal dunia saat memperbaiki kapal (klotok) di tepian Sungai Jalan Bung Tomo, Gang Sakti, RT 22, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Rabu (19/8/2026) siang.

Korban bernama Sidi, warga Jalan Pangeran Bendahara, Gang Karya 4, Kelurahan Tenun, Samarinda Seberang. Saat pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.30 Wita, korban sempat dikira sedang pingsan karena terlihat tengkurap di samping klotok.

Kejadian itu diketahui seorang saksi yang baru keluar dari rumah. Melihat tubuh Sidi dalam posisi tersebut, saksi kemudian menyampaikan kepada iparnya dan meminta bantuan warga di sekitar tambangan.

“Saya lihat om di bawah lagi lem perahu atau pingsan,” ujar saksi kepada iparnya, sebagaimana tertuang dalam laporan kepolisian.

Warga kemudian berdatangan ke lokasi. Anak korban yang tiba tak lama setelah itu langsung turun untuk mengangkat ayahnya dengan dibantu warga sekitar.

Namun, saat dievakuasi, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sekitar pukul 14.45 Wita, Sidi kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Karya 4.

Keterangan keluarga kepada polisi menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan sehari sebelum kejadian, Selasa (18/8/2026), Sidi baru menjalani kontrol di RS IA Moeis dan mendapat obat untuk penyakit tersebut.

Sehari-hari, korban diketahui bekerja sebagai motoris kapal klotok penyeberangan. Saat kejadian, ia disebut sedang memperbaiki kapal seorang diri.

Polsek Samarinda Seberang yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi dan rumah duka sekitar pukul 15.00 Wita. Polisi memeriksa kondisi korban dan lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan dokumentasi.

Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penanganan selanjutnya dilakukan dengan mengarahkan keluarga ke Mapolsek Samarinda Seberang dan membuat laporan gangguan.

Keterangan mengenai riwayat penyakit jantung korban menjadi salah satu informasi yang dihimpun polisi dalam penanganan peristiwa tersebut. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *