merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Bupati PPU Harap POPDA XVII Kaltim 2025 Dongkrak Ekonomi Lokal dan Cetak Prestasi Atlet Daerah

img 20251120 wa0017
Para peserta POPDA XVII Kalimantan Timur tahun 2025 berpose bersama jajaran pemerintah daerah di halaman Kantor Bupati Penajam Paser Utara dalam rangkaian seremoni pembukaan ajang olahraga pelajar tersebut. Suasana meriah tampak dari kehadiran kontingen berbagai kabupaten/kota se-Kaltim, lengkap dengan maskot dan atribut resmi yang menandai dimulainya kompetisi pada 20–27 November 2025. (Foto: KALTIMVOICE.ID/udin.zacrez)

KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Suasana meriah dan penuh antusiasme mewarnai Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat menjadi tuan rumah “Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Kalimantan Timur tahun 2025”. Setelah secara resmi membuka kegiatan tersebut, Bupati PPU Mudyat Noor memberikan keterangan pers yang menegaskan besarnya harapan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan event olahraga pelajar terbesar di Kaltim ini.

POPDA XVII Kaltim digelar pada 20–27 November 2025 dan diikuti oleh para pelajar atlet dari seluruh kabupaten/kota. Kepercayaan PPU sebagai tuan rumah dianggap sebagai momentum penting untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event besar sekaligus memperkenalkan PPU kepada ribuan tamu dan peserta yang hadir.

Dalam penjelasannya, Bupati Mudyat Noor menuturkan rasa bangganya karena PPU dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga tingkat pelajar tersebut. “Jadi tahun ini daerah yang menjadi tempat terlaksananya acara Popda ke-17 adalah Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penyelenggaraan POPDA tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga amanah untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Bupati menyebut bahwa hingga hari pembukaan, persiapan berjalan baik dan tidak ada kendala yang berarti.

Sebagaimana ajang multi-event pada umumnya, sejumlah cabang olahraga telah melaksanakan pertandingan pendahuluan sebelum pembukaan resmi. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan jadwal pertandingan yang cukup padat. “Kita berharap sampai terakhir nanti tidak ada kendala. Sampai hari ini belum ada, masih aman-aman saja,” kata Bupati.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan panitia, wasit, dan seluruh pihak terkait terus diperkuat agar pelaksanaan selama sepekan dapat berlangsung kondusif dan memenuhi standar kompetisi pelajar.

Tidak hanya bicara tentang kompetisi, Bupati Mudyat Noor menyoroti bahwa POPDA memiliki dampak ganda bagi daerah, terutama dalam mendorong geliat ekonomi lokal. Ribuan peserta, official, dan pendamping yang datang ke PPU memberikan peluang besar bagi pelaku usaha, mulai dari UMKM, transportasi, kuliner, hingga perhotelan. “Alhamdulillah, mudah-mudahan ini bisa menghidupkan perekonomian di Kabupaten Penajam Paser Utara, utamanya untuk UMKM dan tempat-tempat wisata,” jelasnya.

Bupati berharap selama event berlangsung, pergerakan ekonomi di PPU meningkat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain itu, kunjungan peserta juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan terhadap destinasi wisata serta memperkenalkan wajah PPU sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Sebagai wilayah terdekat dari IKN Nusantara, Bupati juga berharap seluruh peserta dapat menikmati suasana dan karakter daerah PPU. Ia menilai ini merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan PPU yang kini menjadi wilayah penting dalam pembangunan IKN. “Kita harapkan kawan-kawan, adik-adik kita yang dari seluruh kabupaten/kota ini bisa melihat suasana di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Event besar seperti POPDA diyakini bisa memperkuat citra PPU sebagai daerah yang berkembang, ramah, dan memiliki potensi besar di masa depan. Saat ditanya mengenai target kontingen PPU, Bupati tidak ragu menyatakan bahwa PPU tetap menargetkan prestasi tinggi.

Namun, ia menekankan bahwa prestasi tidak datang secara instan, melainkan dari pembinaan yang berkelanjutan. “Sebetulnya targetnya selalu mau jadi juara. Mudah-mudahan kita akan terus melakukan pembinaan secara maksimal agar adik-adik kita di PPU ini bisa berprestasi maksimal,” tegasnya.

Pembinaan atlet pelajar menjadi salah satu fokus pemerintah daerah agar prestasi PPU di berbagai cabang olahraga terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, panitia, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan, POPDA XVII Kaltim 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental juang generasi muda.

Bupati Mudyat Noor menutup keterangannya dengan menegaskan harapan besar bahwa atlet-atlet muda bisa belajar banyak, bertanding dengan sportif, dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi ini, Kabupaten Penajam Paser Utara bertekad menjadikan POPDA XVII Kaltim 2025 sebagai penyelenggaraan terbaik, baik dari sisi prestasi maupun manfaat sosial-ekonomi untuk masyarakat. (Adv/diskominfoppu/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *