merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Bupati PPU Audiensi dengan BKKBN Bahas Program CINTA untuk Percepatan Pencegahan Stunting

img 20251204 wa0006
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor saat bertemu Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan Program CINTA untuk percepatan pencegahan stunting di PPU. (Foto: kaltimvoice.id/humas)

KALTIMVOICE.ID, JAKARTA — Upaya menekan angka stunting di PPU terus diperkuat. Ditandai dengan audiensi Bupati Mudyat Noor bersama Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada implementasi Program CINTA sebagai strategi kunci dalam edukasi keluarga berisiko stunting.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Mudyat Noor menjelaskan bahwa Program CINTA dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga mengenai gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh yang tepat.

“Program CINTA bukan sekadar intervensi kesehatan, tetapi pendampingan menyeluruh agar ibu dan keluarga mampu berperan aktif dalam pencegahan stunting sejak dini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendampingan dilakukan secara terstruktur agar keluarga mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman, sehat, dan mendukung optimalisasi perkembangan anak.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terhadap implementasi Program CINTA pada 2026. Menurutnya, dukungan ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan keluarga serta pengendalian pertumbuhan penduduk.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami yakin program ini menjadi instrumen penting untuk menciptakan keluarga berkualitas dan menekan angka stunting di PPU,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa program ini menempatkan ibu, anak, dan terutama remaja perempuan sebagai pilar utama untuk mencegah berbagai persoalan keluarga seperti pernikahan dini, kekurangan gizi, hingga risiko kematian ibu dan anak. Pendekatan yang digunakan bersifat holistik, integratif, dan berbasis pembangunan keluarga, sehingga diharapkan tidak hanya menurunkan angka stunting tetapi juga melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada pola komunikasi yang baik, penguatan karakter, dan keharmonisan keluarga.
“Kami ingin memastikan setiap anak di PPU memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang optimal,” tegasnya.

Menutup pertemuan, Bupati Mudyat Noor berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BKKBN terus diperkuat demi mewujudkan keluarga berkualitas dan masa depan generasi PPU yang lebih baik. “Dengan kerja sama yang kuat, kami optimistis PPU dapat menjadi daerah dengan keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting,” ujarnya. (Adv/diskominfoppu/humas/edited:udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *