merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Bunda Literasi Kaltim Ajak Bangun Budaya Literasi Dimulai dari Keluarga

img 20251030 wa0002
Bunda Literasi Kalimantan Timur sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Syarifah Suraidah.(ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Bunda Literasi Kalimantan Timur sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Syarifah Suraidah, menegaskan pentingnya menumbuhkan budaya literasi dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

Ia menilai, kebiasaan membaca tidak dapat bergantung sepenuhnya pada sekolah atau lembaga pendidikan formal, melainkan harus ditanamkan sejak di rumah.

Menurut Syarifah, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk generasi yang gemar membaca. “Kita ingin agar budaya literasi benar-benar tumbuh dari rumah ke rumah, dimulai dari keluarga,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Ia mengajak para orang tua menjadi teladan bagi anak-anak dengan menciptakan suasana rumah yang akrab dengan bahan bacaan. Tidak hanya melalui buku cetak, Syarifah juga mendorong pemanfaatan media digital yang bersifat edukatif untuk menumbuhkan minat baca di era teknologi saat ini.

Lebih lanjut, ia menilai upaya membangun budaya literasi memerlukan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi antara organisasi masyarakat dan lembaga sosial dinilai sangat penting agar gerakan literasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok daerah.

“Diperlukan kerja sama antara PKK, Posyandu, Bunda PAUD, serta Bunda Literasi di setiap daerah agar gerakan literasi bisa menjangkau lebih luas. Dengan sinergi ini, kita bisa menumbuhkan kesadaran membaca di setiap keluarga,” jelasnya.

Selain itu, Syarifah menyoroti pentingnya adaptasi gerakan literasi terhadap perkembangan teknologi informasi. Ia mendorong pemerintah daerah memperluas akses terhadap ruang baca digital dan taman literasi yang ramah bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

“Literasi perlu mengikuti kemajuan zaman. Ruang baca berbasis digital dan fasilitas publik yang mendukung kegiatan literasi harus diperluas agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi,” tuturnya.

Syarifah optimistis semangat literasi yang terus berkembang akan menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang kreatif, kritis, dan berdaya saing. Ia menilai, kebiasaan membaca dan kemampuan memahami informasi merupakan modal utama bagi Kalimantan Timur dalam menyiapkan generasi emas di masa depan.

“Budaya literasi yang kuat akan menjadi kekuatan besar bagi daerah ini untuk melahirkan generasi unggul dan siap menghadapi tantangan global,” pungkasnya.(ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *