KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Kebangkitan budaya di tingkat akar rumput kini semakin terasa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemerintah mencatat perkembangan signifikan, hampir seluruh 18 kecamatan kini memiliki festival budaya tahunan yang diinisiasi masyarakat, pemerintah kecamatan, hingga komunitas seni lokal. Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi dan kebudayaan kembali menemukan ruang hidup di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menyebut momentum ini sebagai kemajuan yang tidak hanya membanggakan tetapi juga strategis dalam pelestarian tradisi. “Dulu festival budaya hanya diadakan di Sangatta. Sekarang hampir semua kecamatan punya festival sendiri. Ini perkembangan yang sangat positif,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Keberagaman festival budaya di kecamatan juga menandai kembalinya identitas lokal masyarakat Kutim. Kecamatan di pedalaman, misalnya, menghadirkan festival ritual adat, permainan tradisional, dan pentas seni yang terikat dengan sejarah komunitas setempat. Sementara di kawasan pesisir, festival kuliner laut, parade perahu, dan pertunjukan seni pantai menjadi daya tarik utama.
Disdikbud Kutim turut memberikan pendampingan teknis, meski dengan anggaran terbatas. Fasilitasi seniman, penyediaan panggung sederhana, hingga bantuan dokumentasi budaya menjadi dukungan rutin dari pemerintah daerah. “Kami tidak bisa selalu menyiapkan anggaran besar, tetapi kami bisa hadir untuk mendampingi dan memastikan festival berjalan dengan baik,” kata Padliyansyah.
Yang menarik, kebangkitan festival budaya ini ikut memicu keterlibatan generasi muda. Anak-anak desa kini aktif berkegiatan di sanggar tari, kelompok musik tradisional, hingga komunitas kreatif yang tumbuh subur di berbagai kecamatan. “Inilah yang kami harapkan. Pelestarian budaya harus dimulai dari desa,” tambahnya.
Festival tahunan juga memberi dampak ekonomi, mulai dari peningkatan penjualan kuliner lokal, kerajinan tangan, hingga seni pertunjukan. Menurut pemerintah, situasi ini menunjukkan bahwa masyarakat Kutim semakin percaya diri menampilkan identitas budayanya.
“Kutim tidak hanya kaya alam, tetapi juga kaya budaya. Festival yang tumbuh di kecamatan adalah tanda bahwa masyarakat mulai percaya diri menampilkan jati dirinya,” tutup Padliyansyah. (adv/diskominfokutim/yud)