desain sukseskan kukar idaman terbaik

Antisipasi Inflasi Saat Kemarau, Disdag Samarinda Siapkan Pasar Murah di 20 Titik

whatsapp image 2026 09 02 at 14.23.44
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda tengah menyiapkan pasar murah di 20 titik sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas harga pangan di tengah kondisi kemarau.

Pelaksanaannya masih menunggu kepastian penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang saat ini masih dalam proses review Inspektorat.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, mengatakan pasar murah nantinya digelar secara tematik dengan menyesuaikan komoditas yang mengalami kenaikan harga setiap pekan.

Yama, sapaan akrabnya, menyebut sejumlah bahan pangan yang menjadi perhatian di antaranya cabai, beras, jagung, ikan tongkol, dan ikan layang.

“Pasar murah dengan tematik melihat barang apa yang menjadi kenaikan inflasi setiap minggunya,” ujar Yama, Selasa (1/9/2026).

Rencana pasar murah tersebut disusun dengan proyeksi anggaran sekitar Rp20 juta untuk 20 titik, atau setara Rp1 juta per titik, yang terutama diperuntukkan bagi kebutuhan pengangkutan selama kegiatan berlangsung.

“Proyeksi nilainya kami minta 20 juta, untuk 20 titik itu, jadi 1 titik cuma 1 juta kami minta,” katanya.

Disdag menyiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut selama 14 hari. Lokasinya akan disisir terlebih dahulu, terutama di kawasan pinggiran, dengan mempertimbangkan wilayah yang paling membutuhkan serta berkoordinasi dengan kelurahan setempat.

“Kami akan coba komunikasi seandainya nanti kami lihat yang terdampak itu daerah pinggiran, yang kayak kebakaran dan segala macam, di situ kami nanti akan melaksanakan pasar murahnya,” ujarnya.

Kendati demikian, rencana itu belum bisa langsung direalisasikan. Yama menjelaskan, anggaran BTT yang disiapkan untuk kegiatan ini berada di bawah kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga Disdag masih menunggu hasil review Inspektorat untuk memastikan apakah anggaran tersebut dapat digunakan pihaknya.

“Kalau memang tidak, kami akan tetap jalan dengan berusaha semaksimal mungkin, supaya kami bisa menghadirkan barang-barang yang memang menunjang inflasi,” katanya.

Menurut Yama, kondisi kemarau menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan kegiatan ini. Karena itu, Disdag ingin pasar murah tidak digelar secara umum semata, melainkan diarahkan ke wilayah dan komoditas yang benar-benar membutuhkan penanganan.

Ia menegaskan, Disdag tetap akan mencari jalan agar kegiatan tersebut bisa terlaksana meski nantinya anggaran BTT tidak dapat digunakan oleh pihaknya.

“Kalau misalnya Dinas Perdagangan nggak masuk, nggak apa-apa. Kami tetap mencarikan jalan, kami tetap melaksanakan pasar murah,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *