KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Sungai Mahakam masih mengalami penyusutan hingga September 2026. Kondisi itu membuat surat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda kepada pengguna jasa pelayaran untuk mengurangi muatan dan tidak memaksakan pelayaran masih berlaku.
Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Syahrun Asis, mengatakan penyusutan muka air Mahakam telah terlihat sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan, sejumlah daerah di sepanjang sungai sempat mengalami kondisi kering.
“Beberapa bulan yang lalu ini kita sudah melihat sendiri bahwa kondisi Sungai Mahakam mengalami penyusutan, termasuk beberapa daerah yang sudah kering,” kata Syahrun belum lama ini.
Atas kondisi tersebut, KSOP Samarinda sebelumnya mengeluarkan surat imbauan kepada para pengguna jasa. Mereka diminta mengurangi muatan serta lebih berhati-hati saat melakukan pergerakan atau pelayaran di Sungai Mahakam.
Menurut Syahrun, imbauan tersebut hingga kini belum dicabut karena kondisi sungai masih surut. Pengguna jasa diminta menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi yang ada di lapangan.
“Kalau memang tidak memungkinkan untuk melakukan pergerakan atau pelayaran, maka harap agar supaya ditunda. Jangan memaksakan kegiatan demi untuk keselamatan kita bersama,” ujarnya.
Syahrun menegaskan keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan pelayaran selama kondisi Sungai Mahakam belum kembali normal.
“Sampai sekarang surat edaran itu masih berlaku karena kondisi Sungai Mahakam masih surut,” pungkasnya. (mell)