KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Rangkaian pra-Erau Adat Kutai 2026 diawali dengan salat istisqo di halaman Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada Rabu (16/9/2026) pagi.
Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menggelar salat tersebut sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan yang masih melanda wilayah Kukar.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Sekretaris Daerah Sunggono, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Aji Muhammad Arifin, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Sekitar pukul 08.00 – 08.13 WITA, jamaah melaksanakan salat istisqo yang dipimpin Ustad Ahmad Wahyudi. Suasana kemudian berlanjut dengan pembacaan doa yang dipimpin Ustad Dai Tomo.
Doa yang dipanjatkan bukan hanya meminta turunnya hujan, tetapi juga memohon agar hujan yang datang membawa manfaat bagi masyarakat dan tidak berubah menjadi bencana.
“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, hujan yang menyegarkan, hujan yang menyuburkan, bermanfaat dan tidak membawa kemudaratan,” demikian doa yang dipanjatkan Dai Tomo.
Ia juga memohon agar kekeringan dan kesulitan yang sedang dihadapi masyarakat segera diangkat.
“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan jangan Engkau beri kami musibah yang terlalu berat seperti ini,” lanjutnya.
Dalam doanya, Dai Tomo turut meminta agar masyarakat Kujar menjadi warga yang saleh dan doanya dikabulkan. Ia juga memohon agar bumi kembali hidup setelah mengalami kekeringan.
“Turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan, serta hidupkanlah bumi setelah kematiannya,” ucapnya.
Permohonan kemudian diarahkan pada keberlangsungan sumber-sumber air. Masyarakat diminta menjadi hamba yang mensyukuri nikmat air dan tidak menggunakannya secara berlebihan.
“Berikanlah kami air yang kami miliki, jagalah sumber-sumber air kami, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang mensyukuri nikmat-Mu, yang tidak berlebihan dalam menggunakannya,” tuturnya.
Doa ditutup dengan permohonan agar kondisi daerah diperbaiki dan masyarakat Kukar diberikan keselamatan dalam menjalankan kehidupan maupun mencari rezeki.
“Perbaikilah keadaan kami, perbaikilah negeri kami, angkatlah musibah, kekeringan, dan kesulitan yang ada di negeri kami tercinta ini,” doa Dai Tomo.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan bahwa salat istisqo yang digelar di halaman Kedaton adalah bagian dari rangkaian pra-Erau Adat Kutai 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan turunnya hujan bagi wilayah Kukar. Harapannya, doa yang dipanjatkan bersama-sama itu menjadi ikhtiar untuk membuka pintu rahmat dari Tuhan bagi masyarakat dan bumi Kukar.
“Hari ini kita melaksanakan salat istisqo yang menjadi bagian daripada pra-Erau 2026. Kita berharap dengan doa-doa yang kita lantunkan pada pagi hari ini, itu akan membuka pintu-pintu langit untuk menurunkan rahmat-Nya di bumi Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Ln/adv1/kukar)